Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten masih berlangsung hingga Rabu (1/7/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Memasuki hari kedua, kobaran api bahkan telah meluas dan menghanguskan sekitar lima hektare area timbunan sampah.
Selain itu, asap pekat berwarna abu kehitaman juga masih menyelimuti kawasan sekitar.
Di tengah upaya pemadaman, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut modifikasi cuaca belum dapat dilakukan.
Baca juga: Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas hingga 5 Hektare, Bupati Tangerang Ungkap Penyebabnya
Hal itu lantaran potensi hujan maupun pertumbuhan awan di wilayah tersebut masih sangat rendah dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II, Hartanto mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan dinamika atmosfer untuk menentukan kemungkinan pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
"Berdasarkan hasil monitoring kondisi dinamika atmosfer, potensi hujan masih rendah dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut akan dimonitor secara rutin setiap hari," kata Hartanto saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Rabu (1/7/2026) malam.
"Modifikasi cuaca dilakukan, jika potensi pertumbuhan awan meningkat dan memungkinkan untuk dilakukan penyemaian," tambahnya.
Ia menjelaskan, selama peluang terbentuknya awan masih kecil, pelaksanaan modifikasi cuaca belum bisa dilakukan sehingga penanganan kebakaran harus mengandalkan metode lain.
"Sampai beberapa hari ke depan peluangnya masih kecil (untuk modifikasi cuaca), sehingga dilakukan upaya lain untuk pemadaman di lokasi," ujarnya.
Hartanto mengatakan, alternatif yang dapat dilakukan saat ini adalah pemadaman secara konvensional menggunakan armada pemadam kebakaran serta operasi water bombing dari helikopter.
"Alternatifnya begitu," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan, pihaknya telah melakukan asesmen di lokasi sejak Selasa (30/6/2026) sore.
Hasil peninjauan tersebut, lanjut dia, menunjukkan proses pemadaman dari darat belum maksimal lantaran titik api berada di area timbunan sampah yang tinggi dan sulit dijangkau.
"Kami langsung memberikan masukan ke pimpinan untuk melakukan pemadaman melalui udara. Tadi malam kami melaporkan kepada Kepala BNPB agar diperbantukan dua unit helikopter water bombing," kata Djohan, saat diwawancarai di sekitar lokasi.
Menurutnya, dua helikopter tersebut akan dioperasikan untuk melakukan penyiraman dengan mengambil sumber air yang ada di sekitar area kebakaran.
Djohan menegaskan, pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Provinsi Banten akan terus berupaya mengendalikan kebakaran yang hingga kini masih terjadi di TPA Jatiwaringin.
"Kita tidak akan membiarkan begitu saja. Kita harus bergerak cepat," pungkasnya.