TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan peringatan keras kepada Israel menyusul adanya ancaman pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Araghchi menegaskan bahwa setiap tindakan yang mengancam rakyat maupun kepemimpinan Iran akan memicu tanggapan yang keras dan seketika.
"Syarat-syarat MoU Islamabad sangat jelas dan terbuka untuk dilihat semua orang. Presiden Amerika Serikat (AS) telah berkomitmen untuk membungkam 'hewan peliharaan' AS di Tel Aviv. Jika mereka mengabaikan tuannya, Iran akan mendidik mereka," tulis Araghchi melalui akun media sosial X, dikutip dari Turkiye Today, Rabu (1/7/2026).
Pernyataan keras Teheran ini merespons ancaman yang dilontarkan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang menyebut Mojtaba Khamenei kini menjadi target pembunuhan. Katz menuduh Iran sebagai "pedagang ulung" yang berupaya mencari keuntungan dalam negosiasi, serta menegaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan Teheran memproduksi senjata nuklir.
Senada dengan Katz, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam wawancaranya dengan Channel 14 Israel menyatakan bahwa pihaknya siap menyerang Iran kembali jika diperlukan. "Di Iran, kami menyelamatkan diri dari bom atom," klaim Netanyahu.
Baca juga: Timur Tengah Kembali Membara: Garda Revolusi Iran Balas Serangan AS, Hancurkan 8 Fasilitas Militer
Di Tengah Implementasi MoU Islamabad
Ketegangan ini memuncak tepat saat berlakunya nota kesepahaman (MoU) antara Washington dan Teheran yang ditengahi oleh Pakistan pada 18 Juni lalu.
Memorandum tersebut dirancang sebagai kerangka kerja penyelesaian konflik kedua negara melalui jalur negosiasi. Poin-poin kesepakatan mencakup:
2. Pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran.
3. Penyelesaian isu nuklir.
4. Pembukaan kembali Selat Hormuz.
5. Pengaturan keamanan regional Timur Tengah yang lebih luas.
Meski demikian, pihak Israel secara konsisten menentang segala bentuk kesepakatan damai dengan Teheran dan berulang kali mengancam akan meluncurkan serangan baru.
Perundingan Tidak Langsung di Doha
Di sisi lain, pejabat AS dan Iran dilaporkan tetap menggelar pembicaraan teknis tingkat rendah secara tidak langsung pada Rabu (1/7/2026) di Doha, Qatar.
Baca juga: AS Beri Peringatan Keras, Militer Israel Kini Dilarang Operasi di Beirut dan Tyre
Pertemuan yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan ini merupakan kelanjutan dari kemajuan yang dicapai pada KTT Danau Lucerne untuk mengakhiri perang di Timur Tengah secara permanen.
"Para pejabat AS dan Iran mengadakan pembicaraan teknis tidak langsung mengenai nota kesepahaman dan pengembangan kemajuan KTT Danau Lucerne," kata seorang diplomat kepada AFP.
Dalam kelanjutan proses diplomasi ini, utusan khusus AS, Jared Kushner dan Steve Witkoff, dipastikan tidak ikut serta dalam pembicaraan teknis setelah sebelumnya melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, pada Selasa (30/6/2026). (a naufal/kps)