Kesaksian Mun Saat Pabrik di KIC Semarang Meledak: Asap Hitam Pekat dan Bau Menyengat Bikin Batuk
raka f pujangga July 01, 2026 10:55 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Suasana mencekam menyelimuti Kawasan Industri Candi (KIC) Ngaliyan saat tabung sterilisasi PT Raw Botanical Nusantara meledak hebat pada Rabu (1/7/2026) pagi.

Sejumlah saksi mata, mulai dari pekerja hingga warga sekitar, mengungkapkan detik-detik mengerikan ketika hawa panas mesin yang tidak normal tiba-tiba memicu ledakan dahsyat hingga merubuhkan bangunan.

Berdasarkan kesaksian petugas pemadam kebakaran di lokasi, efek daya ledak yang begitu kuat membuat para karyawan yang berhamburan keluar mengalami luka bakar parah hingga harus dievakuasi menggunakan mobil pikap dalam kondisi bersimbah darah.

Baca juga: Dugaan Penyebab Ledakan Maut di KIC Semarang, Dipicu Tekanan Tinggi Pada Tabung Sterilisasi

Ledakan itu menewaskan satu pekerja dan melukai tujuh karyawan lainnya.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Muhammad Brian, sementara tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar serta luka akibat pecahan bangunan dan langsung dibawa ke RSUD Tugu Adyatma untuk mendapatkan penanganan medis.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi pabrik porak poranda.

Atap bangunan terlihat ambruk di sejumlah titik, kepingan material bangunan berserakan, sementara empat unit mobil pemadam kebakaran bersiaga di area pabrik, satu di antaranya masuk ke dalam kompleks bangunan.

Personel pemadam kebakaran, tim medis, polisi, dan TNI tampak berjaga di sekitar lokasi.

Tribunjateng.com sempat tidak diperbolehkan memasuki area ledakan oleh pihak manajemen perusahaan sehingga proses peliputan hanya dapat dilakukan dari luar kawasan pabrik.

Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, mengatakan bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 09.56 WIB. 

Berdasarkan penyelidikan awal, sumber ledakan diduga berasal dari tabung sterilisasi di ruang produksi.

"Terjadi ledakan tabung sterilisasi, kemudian terbakar. 

Untuk korban ada tujuh luka bakar dan satu meninggal dunia," sebut Kompol Aliet.

Menurut dia, seluruh korban merupakan pekerja yang sedang berada di ruang produksi ketika ledakan terjadi.

Korban luka yang telah teridentifikasi masing-masing Adi Riska, Ilham Ismail, Wahyu Setyadi, M. Alba Alamzah, Imam Taufik, dan Saifudin, sementara satu korban luka lainnya juga merupakan pekerja di bagian produksi.

Sebagian besar korban mengalami luka bakar ringan hingga sedang disertai luka akibat terkena pecahan kaca maupun reruntuhan bangunan yang roboh akibat gelombang ledakan.

Muhammad Brian meninggal dunia akibat kombinasi luka ledakan dan kebakaran.

"Bangunan temboknya ada sebagian yang runtuh. 

Korban meninggal akibat dampak ledakan dan terbakar," imbuh dia.

Polisi menduga ledakan dipicu tekanan tinggi pada tabung sterilisasi.

"Terdapat air di dalam tabung. 

Karena pemanasan mungkin tabungnya tidak kuat menahan tekanan, kemudian meledak," katanya.

Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut. 

Dugaan adanya bahan kimia maupun jenis produksi yang berlangsung saat kejadian masih didalami penyidik.

Kompol Aliet menjelaskan PT Raw Botanical merupakan pabrik yang aktivitas produksinya tidak berlangsung setiap hari, melainkan beroperasi ketika terdapat pesanan.

"Informasinya kalau ada pesanan baru produksi. 

Jadi tidak setiap hari buka," ujarnya.

Dia juga menyebut hasil produksi perusahaan diketahui berorientasi ekspor, namun jenis produk yang sedang diproses saat ledakan belum dapat dipastikan.

Kasus tersebut kini ditangani Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang. 

Area pabrik telah dipasangi garis polisi dan seluruh aktivitas produksi dihentikan hingga proses penyelidikan selesai.

"TKP sudah kami police line. Produksinya ditutup dan menunggu penyidikan dari Polrestabes Semarang," katanya.

Sementara itu, Komandan Regu 2 Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Bambang Setiawan, mengungkapkan laporan pertama diterima petugas sekitar pukul 09.45 WIB. 

Setelah dipastikan sebagai kejadian darurat, armada dari Pos Ngaliyan langsung diberangkatkan.

Sesampainya di lokasi, sebagian besar korban ternyata telah dievakuasi warga dan pihak perusahaan menggunakan kendaraan pikap menuju rumah sakit.

"Terdapat informasi korban luka berat tujuh sampai delapan orang. Mereka sudah dibawa menggunakan pikap. 

Di kendaraan itu masih terlihat banyak darah dan serpihan kulit korban," ungkap Bambang.

Saat petugas melakukan penyisiran, mereka menemukan seorang korban telah meninggal dunia di lokasi sehingga koordinasi dilakukan dengan kepolisian, tim Inafis, dan ambulans jenazah.

Petugas kemudian memusatkan penanganan pada pemadaman titik-titik api agar tidak menjalar ke bagian bangunan lain.

Menurut Bambang, indikasi awal menunjukkan mesin mengalami tekanan yang sangat tinggi sebelum akhirnya meledak.

Dia memperoleh informasi dari pekerja bahwa mesin tersebut terasa jauh lebih panas dibanding kondisi normal.

"Dari jarak satu sampai dua meter saja panasnya sudah terasa. 

Orang yang bertugas mengecek tekanan hendak memeriksa, tetapi belum sempat dilakukan, mesin sudah keburu meledak," jelasnya.

Mesin tersebut diduga merupakan mesin produksi bertekanan tinggi atau mesin vakum yang digunakan dalam proses pengolahan.

Bambang menegaskan kerusakan bangunan lebih banyak disebabkan efek ledakan dibanding kebakaran.

"Kalau kebakaran biasanya ada bekas hangus dan asap. Ini tidak. 

Jadi kerusakan atap dan bangunan lebih karena daya ledaknya," ujarnya.

Dia juga menggambarkan luka yang dialami para korban tergolong berat.

"Kebanyakan luka luar. Kulit mengelupas, banyak luka lecet, dan darah berceceran sampai ke area toilet depan," katanya.

Sementara itu, seorang pedagang warung di dekat lokasi, Mun, menjadi saksi detik-detik mengerikan saat ledakan terjadi.

Tak lama kemudian, para pekerja berhamburan keluar dari dalam pabrik.

"Asapnya hitam. Baunya menyengat sekali sampai bikin batuk dan mata perih," katanya.

Beberapa pekerja yang keluar dari area pabrik tampak mengalami luka di wajah.

"Tadi ada yang mukanya merah-merah. Katanya kena percikan atau hawa panas," ujarnya.

PT Raw Botanical Nusantara diketahui bergerak di bidang pengolahan bahan baku botani, herbal, dan komoditas pertanian untuk kebutuhan industri. 

Baca juga: Dahsyatnya Ledakan Maut di PT Raw Botanical Nusantara Semarang, 1 Tewas 7 Terbakar, Gedung Hancur

Perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri Candi Blok 19 Nomor 39 tersebut memproduksi bahan baku alami yang sebagian besar ditujukan untuk pasar ekspor.

Aktivitas produksi di pabrik berlangsung secara berkala ketika terdapat pesanan, termasuk penggunaan tabung sterilisasi bersuhu dan bertekanan tinggi yang diduga menjadi sumber ledakan dalam insiden maut tersebut.

Hingga Rabu siang, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti ledakan, termasuk memeriksa aspek keselamatan kerja, kondisi mesin, perizinan operasional, serta kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa yang merenggut satu nyawa tersebut. (rez)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.