Situasi Pelayanan SPBU di Gedambaan Kotabaru Kalsel yang Terkena Dampak Pemadaman Listrik
Edi Nugroho July 01, 2026 11:49 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Situasi  di SPBU Gedambaan Kotabaru Kalsel yang terkena dampak pemadaman listrik.

Pemadaman listrik bergilir masih berlansung di Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Kondisi ini pun turut dikeluhkan masyarakat yang banyak bergantung dengan pasokan listrik untuk keperluan sehari-hari. 

Baik untuk rumah tangga, kelangsungan usaha, hingga layanan publik.

Baca juga: Duduk Persoalan Berkas Sidang Itsbat Nikah Keliling di Kotabaru Kalsel Sampai Tidak Dikabulkan

Baca juga: Isi Curhatan  Warga Desa Emil Baru Mantewe Tanahbumbu Kalsel yang Selalu Terbebani Biaya Internet

Pantauan Bpost di SPBU yang ada di Desa Gedambaan, Kecamatan Pulaulaut Sigam, layanan pelanggan sempat terhenti karena terdampak pemadaman yang berlangsung.

Beberapa unit kendaraan roda dua dan roda empat nampak bertahan antri sambil menunggu operasional genset cadangan.

"Belum bisa ngisi, listrik padam," ungkap salah seorang petugas SPBU yang tengah duduk dekat dispenser pengisian, Rabu (1/7/2026).

Diketahui, pemadaman listrik di Kabupaten Kotabaru juga berlangsung beberapa waktu terakhir. 

Untuk wilayah Pulaulaut hari ini mulai pukul 09.0 hingga 14.30 wita, penghentian pasokan berlangsung di kawasan Kecamatan Pulaulaut Sigam, hingga seluruh kawasan di Kecamatan Pulaulaut Timur, hingga ke Desa Labuan Mas dan sekitarnya. 

Mengutip pengumuman dari PLN ULP Kotabaru, pemadaman ini disebabkan adanya gangguan teknis pada komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU).

PLN akan melakukan pengaturan operasi kelistrikan guna menjaga keandalan dan stabilitas sistem.

"Waktu dan estimasi lama padam menyesuaikan kondisi pembangkit," tulis pengumuman tersebut. 

PLN juga terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat proses pemulihan gangguan dan meminimalkan dampak kepada pelanggan. 

Pihak PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan pelanggan.

Tips hindari kecurangan petugas SPBU

Berikut tips menghindari kecurangan operator SPBU saat Anda mengisi BBM di pom bensin. Tips ini disampaikan Kepala SPBU Pertamina Cikin dan Pramuka, Paimin, kepada Kompas.com, Senin (12/4/2021).

1. Pastikan meteran dimulai dari nol

Ketika akan mengisi bahan bakar di SPBU, pengendara wajib memastikan petugas sudah memulai meteran dari nol. Meski hampir semua SPBU menerapkan hal tersebut, tidak ada salahnya pembeli lebih teliti dan memperhatikan meteran tersebut. Hal ini untuk menghindari kecurangan.

2. Awasi laju meteran

Meski meteran sudah dimulai dari nol, pembeli sebaiknya tetap mengawasi lajunya meteran SPBU.

“Biasanya akan ada dua display di dispenser, yaitu harga dan liter. Pembeli harus meperhatikan hal itu juga. Biasanya membeli BBM dengan nominal Rp 50.000 seberapa banyak volume yang bertambah,” ujar Paimin.

Hal ini untuk mengamati jika ada praktik kecurangan yang lain.

3. Ketahui kapasitas tangki

Pemilik kendaraan wajib mengetahui kapasitas kendaraannya. Hal ini bertujuan, ketika mengisi bahan bakar hingga penuh, pemilik kendaraan bisa memastikan sesuai dengan kapasitas. Bila tidak sesuai dan menemui kejanggalan, pemilik kendaraan bisa mengadukan hal tersebut ke supplyer bahan bakar.

4. Melapor

“Jika pengendara menemukan aksi kecurangan, segera melaporkan hal tersebut ke pihak Pertamina dengan menghubungi contact centre 135,” kata Paimin.

(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri/kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.