Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Dewan Energi Nasional (DEN) membahas potensi Kabupaten Indramayu sebagai lokasi strategis cadangan penyangga energi (CPE) nasional.
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Mohamad Kholid Syaerazi, mengatakan, potensi itu tidak terlepas dari keberadaan fasilitas Kilang Pertamina Balongan di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.
Sebab, menurut dia, Kilang Pertamina Balongan merupakan salah satu hub energi paling modern dan strategis di Indonesia, serta memegang peranan vital dalam mengamankan pasokan energi nasional.
Baca juga: Polisi Bergerak Usut Pencurian Kotak Amal di Klangenan Cirebon, CCTV Pelaku Disebut Terlihat Jelas
Baca juga: Jaga Kualitas Produksi dan Kepatuhan Regulasi, Kementerian ESDM Sidak Kilang Pertamina Balongan
"Ini akan ditindaklanjuti melalui asesmen final untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang dibawa ke sidang anggota maupun sidang paripurna DEN," kata Mohamad Kholid Syaerazi saat ditemui usai kunjungan kerja dan diskusi DEN serta SKK Migas di Ruang Strategic Command Centre Kilang Pertamina Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Rabu (1/7/2026).
Ia mengatakan, pertemuan lintas sektor kali ini merupakan bagian dari langkah awal pelaksanaan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 96 Tahun 2024.
Berdasarkan regulasi tersebut, pemerintah wajib menyusun skema penyediaan CPE yang meliputi komoditas minyak bumi, bahan bakar minyak (BBM), dan elpiji hingga 2035 untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
"Salah satu fokus utama yang dibahas dalam pertemuan kali ini adalah potensi Indramayu ditetapkan sebagai salah satu lokasi strategis penempatan infrastruktur CPE di Indonesia," ujar Mohamad Kholid Syaerazi.
Pihaknya mengakui, DEN memiliki peranan penting untuk mengatur jenis, jumlah, waktu, dan lokasi CPE yang nantinya diputuskan serta ditetapkan secara resmi dalam sidang anggota.
Dalam kesempatan itu, perwakilan SKK Migas, Imam Purwanto, tampak memberikan catatan mengenai pentingnya keberlanjutan operasional lapangan apabila program CPE mulai berjalan.
Selain itu, ia juga menegaskan komitmen sektor hulu untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset-aset negara melalui perencanaan terintegratif demi memperkuat ketahanan energi nasional.
"Semoga kolaborasi ini melahirkan solusi integratif yang efisien, sehingga fasilitas yang ada memberikan nilai tambah maksimal bagi ketahanan energi nasional tanpa mengganggu operasional produksi migas eksisting," kata Imam Purwanto.
Baca juga: Eliano Reijnders Sebut Dukungan Bobotoh di Bandung Lebih Gila Daripada di Eropa
Sementara, Direktur Operasi PT Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia, memastikan kesiapan operasional Kilang Pertamina Balongan apabila resmi ditetapkan sebagai lokasi strategis infrastruktur CPE.
"Infrastruktur kilang dan terminal di Balongan selalu siap mendukung penuh program strategis pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas pasokan energi di tengah dinamika global," kata Didik Bahagia.
Sebagai informasi, pengelolaan teknis CPE berada di bawah tanggung jawab Menteri ESDM, dan melibatkan BUMN, Badan Usaha, dan/atau Bentuk Usaha Tetap di bidang energi, serta sumber pendanaannya dari APBN maupun sumber pembiayaan lain yang sah.