Pemkab Sidoarjo Kukuhkan 29 Kepala Puskesmas untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Cak Sur July 02, 2026 12:07 AM

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo resmi mengukuhkan 29 Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas. Prosesi pengukuhan yang berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim)  pada Rabu (1/7/2026) itu, menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat layanan kesehatan di garda terdepan.

Dalam arahannya, Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana, menekankan bahwa jabatan kepala puskesmas merupakan representasi wajah pelayanan kesehatan pemerintah.

Ia menuntut agar setiap kepala puskesmas mampu mengedepankan pelayanan yang cepat, ramah, dan humanis kepada masyarakat.

Prioritas Pelayanan dan Kedisiplinan Pemimpin

Mimik Idayana menegaskan bahwa setiap kepala puskesmas harus memiliki orientasi pada kepuasan masyarakat.

Ia meminta para pejabat yang baru dikukuhkan agar tidak sekadar bekerja di balik meja.

"Saya titip kepada kepala puskesmas yang dikukuhkan agar selalu ingat bahwa jabatan ini adalah amanah. Masyarakat yang datang ke puskesmas pada dasarnya menginginkan pelayanan yang cepat, ramah, informasi yang jelas, serta diperhatikan dengan baik," ujar Mimik dalam sambutannya.

Selain aspek pelayanan, Wabup juga memberikan arahan agar kepala puskesmas lebih aktif turun ke lapangan untuk memantau alur administrasi. Hal ini bertujuan agar pintu pertama pelayanan masyarakat tersebut berjalan efisien tanpa kendala.

Strategi Penekanan Kasus HIV/AIDS

Selain pembenahan manajerial, Pemkab Sidoarjo memberikan mandat khusus terkait isu kesehatan masyarakat.

Para kepala puskesmas juga diminta memberikan atensi lebih terhadap tingginya angka kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV), dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di wilayah Sidoarjo.

Beberapa wilayah yang menjadi titik perhatian khusus di antaranya adalah Kecamatan Krian dan Kecamatan Porong.

Puskesmas di wilayah tersebut diperintahkan untuk mengencangkan upaya:

  • Peningkatan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan HIV/AIDS.
  • Optimalisasi deteksi dini bagi kelompok berisiko.
  • Pendampingan berkelanjutan bagi pasien yang terjangkit.

Penguatan Tata Kelola Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, menambahkan bahwa pengukuhan ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola pelayanan kesehatan primer.

Menurutnya, profesionalisme dan inovasi menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan kesehatan saat ini.

"Kami berharap seluruh kepala puskesmas dapat memperkuat manajemen pelayanan, meningkatkan mutu layanan kesehatan, serta memastikan setiap warga memperoleh akses layanan yang cepat dan berkualitas," jelas Lakhsmie.

Dengan adanya pimpinan baru, Pemkab Sidoarjo berharap tercipta budaya kerja yang lebih responsif. Hal ini diharapkan mampu menekan angka penyakit menular, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di seluruh wilayah Sidoarjo secara merata.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.