Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku ditanya soal kualitas belanja negara. Purbaya tidak mengungkap jati diri pihak yang bertanya, cuma dia dinilai diam saja soal penggunaan anggaran belanja yang ceroboh.
"Saya ditanya orang tadi, katanya kan (Kementerian) Keuangan yang menguasai anggaran, kenapa banyak belanja yang ceroboh dan Anda diam saja?" kata Purbaya saat melantik eselon I di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Purbaya menilai pertanyaan itu mendasar melihat situasi saat ini. Oleh karena itu, ia meminta Sudarto selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran yang baru membentuk tim internal untuk mempelajari setiap usulan anggaran yang ada agar tidak lagi 'kecolongan' seperti lolosnya pembelian motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Saya jawabnya muter-muter, tetapi saya pikir pertanyaannya itu betul dan mendasar kenapa kita diam saja. Nanti Anda buat tim deh di sana, di Ditjen Anggaran supaya ada tim yang mengendalikan dan mempelajari itu masalah apa enggak?" tutur Purbaya.
"Jadi betul komplain ke kita bahwa kita seperti mendiamkan," tambahnya.
Purbaya meminta Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) menjadi penjaga disiplin fiskal dan belanja negara, bukan hanya sekadar menjaga defisit. Ia meminta Dirjen Anggaran yang baru bisa hati-hati menindaklanjuti anggaran belanja tambahan (ABT) yang ada.
"Semua rencana anggaran harus dilakukan secara konsisten. Artinya kalau ada ABT-ABT, Anda hati-hati follow up-nya. Jadi Anda nanti follow up-nya jangan sampai gara-gara ABT, anggaran kita terganggu. Yang penting adalah pastikan K/L mengerti bahwa disiplin fiskal yang kita akan belanjakan sesuai dengan yang dianggarkan," terang Purbaya.





