TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebuah ledakan dahsyat mengguncang ruang produksi PT Raw Botanical Nusantara di Kawasan Industri Candi (KIC), Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (1/7/2026).
Satu pekerja tewas di lokasi kejadian dan tujuh karyawan lainnya luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Korban tewas diketahui bernama Muhammad Bryan Febryantoro, warga Mranggen, Kabupaten Demak.
Adapun tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar serta luka akibat pecahan bangunan.
Ketujuh korban luka langsung dibawa ke RSUD Tugu Adyatma untuk mendapatkan penanganan medis.
Pantauan Tribun Jateng di lokasi menunjukkan kondisi pabrik porak poranda.
Atap bangunan terlihat ambruk di sejumlah titik, kepingan material bangunan berserakan, sementara empat unit mobil pemadam kebakaran bersiaga di area pabrik, satu di antaranya masuk ke dalam kompleks bangunan.
Personel pemadam kebakaran, tim medis, polisi, dan TNI tampak berjaga di sekitar lokasi.
Tribun Jateng tidak diperbolehkan memasuki area ledakan oleh pihak manajemen perusahaan sehingga proses peliputan hanya dapat dilakukan dari luar kawasan pabrik.
PT Raw Botanical Nusantara diketahui bergerak di bidang pengolahan bahan baku botani, herbal, dan komoditas pertanian untuk kebutuhan industri.
Perusahaan yang berlokasi di KIC Blok 19 Nomor 39 tersebut memproduksi bahan baku alami yang sebagian besar ditujukan untuk pasar ekspor.
Aktivitas produksi di pabrik berlangsung secara berkala ketika terdapat pesanan, termasuk penggunaan tabung sterilisasi bersuhu dan bertekanan tinggi yang diduga menjadi sumber ledakan dalam insiden maut tersebut.
Bau menyengat
Seorang pedagang warung di dekat lokasi, Mun, menjadi saksi detik-detik mengerikan saat ledakan terjadi.
Tak lama setelah terjadi ledakan, kata Mun, para pekerja berhamburan keluar dari dalam pabrik.
"Asapnya hitam. Baunya menyengat sekali sampai bikin batuk dan mata perih," tutur Mun kepada Tribun Jateng, di dekat lokasi kejadian.
Mun menjelaskan, beberapa pekerja yang keluar dari area pabrik tampak mengalami luka di wajah.
"Tadi ada yang mukanya merah-merah. Katanya, kena percikan atau hawa panas," ujarnya.
Hingga Rabu siang, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti ledakan, termasuk memeriksa aspek keselamatan kerja, kondisi mesin, dan perizinan operasional.
Selain itu, polisi juga mengusut kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa yang merenggut satu nyawa tersebut.
Dampak ledakan
Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard mengatakan, berdasarkan penyelidikan awal, sumber ledakan diduga berasal dari tabung sterilisasi di ruang produksi.
"Terjadi ledakan tabung sterilisasi, kemudian terbakar. Untuk korban ada tujuh luka bakar dan satu meninggal dunia," sebut Aliet kepada Tribun Jateng, Rabu.
Menurut Aliet, seluruh korban merupakan pekerja yang sedang berada di ruang produksi ketika ledakan terjadi.
Korban luka yang telah teridentifikasi masing-masing Adi Riska, Ilham Ismail, Wahyu Setyadi, M Alba Alamzah, Imam Taufik, dan Saifudin, sementara satu korban luka lainnya juga merupakan pekerja di bagian produksi.
Sebagian besar korban mengalami luka bakar ringan hingga sedang disertai luka akibat terkena pecahan kaca maupun reruntuhan bangunan yang roboh akibat gelombang ledakan.
"Bangunan temboknya ada sebagian yang runtuh. Korban meninggal akibat dampak ledakan dan terbakar," tutur Aliet.
Polisi menduga ledakan dipicu tekanan tinggi pada tabung sterilisasi.
"Terdapat air di dalam tabung. Karena pemanasan mungkin tabungnya tidak kuat menahan tekanan, kemudian meledak," katanya.
Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut.
Dugaan adanya bahan kimia maupun jenis produksi yang berlangsung saat kejadian masih didalami penyidik.
Aliet menjelaskan PT Raw Botanical merupakan pabrik yang aktivitas produksinya tidak berlangsung setiap hari, melainkan beroperasi ketika terdapat pesanan.
"Informasinya kalau ada pesanan baru produksi. Jadi tidak setiap hari buka," ujarnya.
Dia juga menyebut, hasil produksi perusahaan diketahui berorientasi ekspor, namun jenis produk yang sedang diproses saat ledakan belum dapat dipastikan.
Kasus tersebut kini ditangani Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang.
Area pabrik telah dipasangi garis polisi dan seluruh aktivitas produksi dihentikan hingga proses penyelidikan selesai.
"TKP sudah kami police line. Produksinya ditutup dan menunggu penyidikan dari Polrestabes Semarang," katanya. (Reza Gustav)