BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengakui bahwa tim asuhannya memang kesulitan mengalahkan Kongo, tetapi ia mengapresiasi pemainnya yang tidak menyerah hingga akhinya meraih kemenangan dan memastikan tiket lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Timnas Inggris berhasil mengalahkan Kongo 2-1 dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026, di Mercedes Benz Stadium, Atlanta, Kamis (2/7/2026) dini hari WIB.
Tim berjulukan The Three Lions tersebut sebenarnya tertinggal lebih dulu lewat gol yang dicetak Brian Kibambe Cipenga pada menit ke-7.
Akan tetapi, Inggris berhasil comeback melalui gol menit-menit akhir yang mampu dicetak oleh Harry Kane pada menit ke-75 dan 86.
Gol pemain Bayern Munchen tersebut menjadi penyelamat buat Inggris setelah susah payah membobol gawang Kongo yang bermain sangat rapi dalam bertahan.
Setelah meraih kemenangan ini, Thomas Tuchel pun tak menampik bahwa tim asuhannya memang kesulitan menghadapi tim asal Afrika tersebut.
Pelatih asal Jerman itu bahkan mengakui bahwa mereka memulai pertandingan dengan sangat buruk karena langsung kebobolan pada menit-menit awal.
Bahkan karena gol tersebut, situasi Inggris semakin sulit meski mereka tampil menyerang dan mengempur pertahanan Kongo.
Pasalnya, Kongo langsung tampil bertahan seusai mereka mencetak gol, sehingga saat Inggris menyerang setidaknya 10 pemain mereka berada di pertahanan hingga kotak penalti.
Situasi ini membuat Harry Kane hingga Jude Bellingham yang beberapa kali mendapat peluang pun sulit mengetarkan gawang Kongo hingga babak pertama berakhir.
"Kami terus percaya. Kami memulai pertandingan dengan sangat buruk," ujar Thomas Tuchel sebagaimana dikutip BolaSport.com dari laman resmi FIFA, Kamis (2/7/2026).
"Tembakan pertama, gol pertama. Kemudian, keadaan menjadi semakin sulit," ucapnya.
Setelah turun minim, Inggris langsung melakukan perubahan dengan harapan bisa mencetak gol dan menyamakan kedudukan.
Namun, mereka masih cukup kesulitan untuk bisa mencetak gol hingga memasuki menit ke-70 tak juga mampu membobol gawang Kongo.
Tetapi, mereka tak menyerah dan terus menekan pertahanan Inggris hingga akhirnya Harry Kane mencetak gol penyama kedudukan.
Berhasil menyamakan kedudukan, Inggris bermain lebih percaya diri dan terus menekan pertahanan Kongo yang mulai keteteran.
Situasi ini membuat Kongo kelabakan dan Harry Kane berhasil mencari celah hingga akhirnya mampu membuat The Three Lions tersebut comeback.
"Setelah jeda minum pertama, kami menguasai permainan. Para pemain pengganti masuk, dan mereka mengerahkan usaha, dan kami memenangkan pertandingan," kata Tuchel.
Thomas Tuchel tak menampik bahwa laga kali ini berjalan di luar ekspektasi.
Namun, pelatih berusia 52 tahun itu menegaskan bahwa hasil manis ini merupakan buah dari kerja keras kolektif, sembari menekankan pentingnya bagi tim untuk tetap memupuk mentalitas pemenang yang tidak mudah goyah atau kehilangan kesabaran meski harus menghadapi situasi yang menyulitkan di tengah pertandingan.
Dalam kesempatan ini, Tuchel juga memngakui bahwa penampilan kiper Kongo luar biasa.
Pasalnya, dalam laga ini Mpasi beberapa kali menepis peluang emas yang didapatkan Inggris.
Bahkan sebanyak tiga kali tendangan tepat sasaran yang dilakukan Jude Bellingham mampu ditepis oleh Mpasi hingga membuat Inggris terlihat frustasi.
Untuk itu, ia memuji kiper Kongo memang luar biasa, tetapi ia mengapresiasi para pemainnya yang tak menyerah dan terus menekan hingga akhirnya mampu meraih kemenangan dalam laga ini.
"Kemenangan yang pantas, tetapi kami harus bekerja keras. Kami harus memiliki pola pikir bahwa jika keadaan menjadi sulit, ya memang sulit, tapi jangan kehilangan kesabaran dan jangan kehilangan kepercayaan," tegas Tuchel.
"Kiper Mpasi luar biasa, penyelamatan-penyelamatan yang dilakukan sangat hebat," tuturnya.
Dengan keberhasilan Inggris melaju ke babak 16 besar, mereka dipastikan akan menghadapi Meksiko di Stadion Azteca, Meksiko, pada 5 Juli 2026.
Ini akan menjadi tantangan yang tak mudah buat Inggris, karena Meksiko hingga saat ini mereka selalu meraih kemenangan baik dalam penyisihan grup maupun di babak 32 besar.
Bahkan hingga saat ini, Meksiko masih clean sheets dalam empat laga yang dilakoninya di Piala Dunia 2026 ini.