TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan katolik Kamis 2 Juli 2026.
Tema renungan katolik "menjadi saluran berkat dengan modal iman".
Renungan katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XIII Tahun A.
Hari biasa pekan XIII tahun A dengan warna liturgi hijau.
Bacaan Liturgi hari Kamis: Am 7:10-17; Mzm 19:8.9.10.11; Mat 9:1-8 dan BcO Neh 9:22-37.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 2 Juli 2026, Pengampunan dan Penyembuhan
Lalu Amazia, imam di Betel, menyuruh orang menghadap Yerobeam, raja Israel, dengan pesan bahwa Amos telah mengadakan persepakatan melawan raja di tengah Israel dan negeri itu tidak dapat lagi menahan perkataannya.
Amazia mengatakan bahwa Amos bernubuat bahwa Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang dan Israel akan dibuang dari negerinya.
Amazia berkata kepada Amos agar ia pergi ke tanah Yehuda, mencari nafkah di sana, dan bernubuat di sana, tetapi jangan lagi bernubuat di Betel karena itu adalah tempat kudus raja dan bait suci kerajaan.
Amos menjawab bahwa ia bukan nabi dan bukan termasuk golongan nabi, melainkan seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. Tetapi Tuhan mengambilnya dari pekerjaan menggembala dan memerintahkannya untuk bernubuat kepada Israel.
Amos menegaskan agar mereka mendengarkan firman Tuhan. Ia diperingatkan untuk tidak bernubuat melawan Israel, tetapi Tuhan tetap bersabda bahwa karena penolakan itu, hukuman akan datang dan Israel akan pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.
Mazmur Tanggapan – Mzm 19:8–11
Titah Tuhan itu sempurna, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata bercahaya.
Takut akan Tuhan itu suci dan tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar dan adil semuanya.
Semua itu lebih indah dari emas, bahkan emas tua, dan lebih manis dari madu yang menetes dari sarang lebah.
Hamba Tuhan diperingatkan oleh semuanya itu, dan orang yang berpegang padanya mendapat upah yang besar.
Injil Katolik: Mat 9:1–8
P: Inilah Injil Yesus Kristus karangan santo Matius
U: Dimuliakanlah Tuhan
Yesus naik ke perahu, menyeberang, lalu tiba di kota-Nya sendiri.
Orang membawa kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Yesus melihat iman mereka dan berkata kepada orang lumpuh itu bahwa dosanya sudah diampuni.
Beberapa ahli Taurat memikirkan dalam hati bahwa Yesus menghujat Allah. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka dan menegur mereka.
Yesus berkata bahwa lebih mudah mengatakan dosa diampuni atau menyuruh orang itu bangun dan berjalan. Tetapi supaya mereka tahu bahwa Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa, Ia berkata kepada orang lumpuh itu untuk bangun, mengangkat tempat tidurnya, dan pulang ke rumahnya.
Orang itu pun bangun dan pulang.
Orang banyak yang melihatnya menjadi takut dan memuliakan Allah yang memberikan kuasa seperti itu kepada manusia.
P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus
Bacaan Harian Opsional (BcO) – Neh 9:22–37
Tuhan menyerahkan kerajaan-kerajaan dan bangsa-bangsa kepada umat-Nya dan memberi mereka tanah yang subur untuk diduduki.
Umat menjadi sangat banyak dan menikmati segala kebaikan Tuhan, namun mereka sering memberontak dan membunuh nabi-nabi yang memperingatkan mereka.
Ketika mereka tertindas, mereka berseru kepada Tuhan dan Ia mendengar serta mengutus penyelamat karena kasih-Nya.
Namun setelah mendapat keamanan, mereka kembali berbuat jahat. Tetapi Tuhan tetap berulang kali menolong mereka karena kasih setia-Nya.
Walaupun umat tidak taat dan menolak hukum Tuhan, Ia tetap sabar dan tidak membinasakan mereka sama sekali karena Ia adalah Allah yang pengasih dan penyayang.
Sekarang umat mengakui dosa-dosa mereka dan menyadari bahwa mereka hidup dalam kesesakan karena ketidaksetiaan mereka, sementara Tuhan tetap adil dan setia.
Renungan Harian Katolik
"MENJADI SALURAN BERKAT DENGAN MODAL IMAN"
Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: `Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni` (Mat 9:2b)
Am 7:10-17 Mzm 19:8-11 Mat 9:1-8
---o---
Dalam ayat tersebut, Yesus melihat iman mereka, lalu mengampuni dosa orang yang lumpuh itu, dan pada akhirnya orang tersebut juga mengalami kesembuhan secara fisik. Jika diperhatikan, yang sebenarnya mengharapkan kesembuhan adalah orang-orang yang membawa orang lumpuh tersebut. Mereka hanya mengharapkan kesembuhan, tetapi Yesus memberikan lebih dari itu dengan juga mengampuni dosanya.
Dalam kehidupan sehari-hari, setidaknya kita pernah diminta oleh seseorang untuk mendoakan mereka. Dengan spontan, kita biasanya mengiyakan permintaan tersebut. Namun, apakah kita benar-benar mendoakannya dengan sungguh-sungguh? Atau pernahkah muncul do-rongan dari dalam diri kita sendiri untuk mendoakan orang lain yang sedang sakit? Apakah kita berdoa hanya sebagai formalitas, sekadar memberikan dukungan moral bagi mereka?
Sekali lagi, melalui ayat tersebut Yesus menunjukkan bahwa iman orang yang mendoakan sungguh dapat menjadi berkat bagi orang yang didoakan. Bahkan, Yesus menjawab lebih dari yang mereka harapkan, karena Tuhan mengetahui kebutuhan setiap orang. Tuhan melihat hati setiap orang yang berharap kepada-Nya.
(Angeline M. Karamoy/http://www.renunganpkarmcse.com) (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).