BPS Malteng Catat Inflasi Juni 1,82 Persen, Komoditas Pangan Jadi Pemicu Utama
Ode Alfin Risanto July 02, 2026 08:47 AM

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Maluku Tengah merilis data inflasi Juni 2026, dimana komoditas pangan jadi pemicu utama.

Kepala BPS Maluku Tengah, Richard Thenu, menyampaikan bahwa pada Juni 2026 terjadi inflasi sebesar 1,82 persen secara bulanan (month-to-month). 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Ambon 2 Juli 2026: Wilayah Ambon Diselimuti Hujan Ringan, Suhu Stabil 24–28°C

Baca juga: Tarian Maku-Maku dan Polisi Cilik Bikin Hari Bhayangkara ke-80 di Ambon Meriah

Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year) tercatat 3,80 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date) sebesar 2,41 persen.

Ia menambahkan, terdapat 248 komoditas yang menjadi objek survei dalam penghitungan inflasi tersebut.

“Dengan mempertemukan para pemangku kebijakan, kami berharap ada langkah konkret untuk mengendalikan tren inflasi saat ini,” ujar Richard, Rabu (1/7/2026), 

Komoditas Penyumbang Inflasi

Secara bulanan, inflasi Juni 2026 didominasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,32 persen.

Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain bensin, cabai rawit, ikan tongkol, ikan layang, bawang merah, cabai merah, ikan selar, ikan cakalang, bawang putih, hingga tarif rumah sakit. Selain itu, terdapat pula komoditas lain seperti tahu mentah, lemari pakaian, pelumas, kayu balokan, seng, semen, dan telepon seluler.

Secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga menjadi penyumbang terbesar dengan andil 2,43 persen. 

Komoditas dominan meliputi ikan layang, ikan cakalang, ikan tongkol, bawang merah, beras, cabai merah, serta berbagai produk tembakau dan kebutuhan pokok lainnya.

Dari kelompok transportasi, inflasi menyumbang 0,55 persen, dipicu oleh kenaikan harga bensin, pelumas, solar, ban luar motor, dan sepeda motor.

Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil 0,44 persen, dengan komoditas utama seperti bahan bakar rumah tangga, kayu balokan, semen, cat, seng, serta kontrak rumah.

BPS berharap hasil rilis ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengendalian inflasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. 

Untuk diketahui, kegiatan ini dihadiri perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas PUPR, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Perikanan, serta Baplitbangda Maluku Tengah.
(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.