Detik-detik 2 Pencuri Motor Dievakuasi dari Kepungan Massa di Cirebon, Mobil Polisi Masuk Balai Desa
taufik ismail July 02, 2026 08:11 AM

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Detik-detik menegangkan mewarnai proses evakuasi dua terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Selasa (30/6/2026) malam.

Ratusan warga yang geram memadati balai desa hingga aula penuh sesak, sementara sebuah mobil dinas polisi dengan lampu rotator menyala terlihat masuk ke area dalam gedung untuk mengamankan situasi.

Di tengah sorakan dan teriakan massa yang menggema, petugas kepolisian berjibaku mengevakuasi kedua terduga pelaku guna menghindari aksi main hakim sendiri.

Peristiwa tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial.

Dari rekaman itu terlihat suasana tegang saat warga memadati aula kantor desa hingga nyaris tidak menyisakan ruang kosong.

Pada awal video, kamera merekam suasana halaman yang gelap. Terdengar teriakan warga bersahut-sahutan sebelum perekam bergerak masuk ke dalam bangunan. 

Semakin mendekati aula, kerumunan warga terlihat semakin padat. 

Sejumlah pemuda berdiri berdesakan sambil berusaha melihat situasi di bagian depan ruangan.

Saat kamera berhasil menyorot ke arah depan aula, tampak lambang Garuda Pancasila dan foto Presiden serta Wakil Presiden terpajang di dinding.

Tepat di bawahnya, sebuah mobil polisi dengan lampu rotator menyala berada di tengah kerumunan warga yang terus bersorak dan mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka.

Video lain yang diambil dari posisi lebih tinggi memperlihatkan kondisi yang lebih jelas.

Aula tampak penuh sesak oleh warga yang mengepung area sekitar kendaraan polisi.

Sorakan massa semakin keras ketika sejumlah warga mengangkat tangan dan berusaha mendekati bagian depan ruangan.

Meski situasi terlihat tegang, tidak tampak adanya aksi kekerasan dalam rekaman tersebut.

Namun petugas kepolisian terlihat berupaya mengendalikan situasi agar massa tidak bertindak di luar kendali.

Kapolsek Kapetakan, AKP Rudiana, membenarkan peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya bersama warga berhasil mengamankan dua terduga pelaku curanmor di Desa Bungko Lor sekitar pukul 18.30 WIB.

Menurutnya, keberhasilan pengamanan tersebut tidak lepas dari respons cepat masyarakat yang segera melapor ketika mengetahui adanya dugaan pencurian kendaraan bermotor.

"Ketika korban dan saksi melihat ada orang yang membawa sepeda motor korban, mereka segera menghubungi Polsek Kapetakan. Kemudian saya bersama anggota langsung menuju TKP dan mengamankan kedua pelaku," ujar Rudiana dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (1/7/2026).

Ia menegaskan, sinergi antara warga dan kepolisian menjadi faktor utama yang membuat pelaku berhasil diamankan sebelum melarikan diri.

"Keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat membantu kami dalam memberantas kejahatan. Warga tidak tinggal diam ketika melihat pelaku beraksi, dan kami segera bergerak cepat setelah menerima laporan. Ini adalah bentuk sinergi yang luar biasa," ucapnya.

Berdasarkan keterangan polisi, peristiwa bermula saat korban bernama Chayad alias Ewok (46), warga Desa Karang Kendal, bersama rekannya Muhammad Santoso alias Santo (33), warga Desa Bungko Lor, memancing di area empang sekitar pukul 15.00 WIB.

Keduanya memarkir sepeda motor Honda Vario Techno 150 warna putih bernomor polisi E 3332 CU tidak jauh dari lokasi pemancingan.

Sekitar pukul 17.30 WIB, saksi melihat sepeda motor tersebut dibawa oleh orang yang tidak dikenal.

Korban dan saksi kemudian segera melapor ke Polsek Kapetakan. 

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas piket yang meneruskannya kepada Kapolsek.

Mendapat informasi tersebut, Rudiana bersama anggota gabungan piket bergerak menuju lokasi.

Setibanya di Desa Bungko Lor, polisi berhasil mengamankan dua terduga pelaku.

Namun kondisi di lapangan mulai memanas karena massa terus berdatangan.

Melihat jumlah warga semakin banyak, polisi memutuskan mengevakuasi kedua pelaku ke kantor desa untuk menghindari kemungkinan terjadinya aksi main hakim sendiri.

"Setibanya di lokasi, kami mengamankan kedua pelaku. Karena massa sudah mulai berkumpul, anggota langsung kami instruksikan untuk mengevakuasi pelaku dari amukan massa ke Kantor Desa," jelas dia.

Situasi semakin sulit ketika warga terus memadati area kantor desa.

Untuk menghindari kerumunan yang telah mengepung bagian depan, polisi akhirnya menggunakan strategi khusus.

Kedua pelaku dievakuasi melalui pintu belakang kantor desa menggunakan dua unit sepeda motor.

Cara tersebut dilakukan untuk mengelabui massa yang sudah menunggu di bagian depan bangunan.

Setelah berhasil keluar dari lokasi, kedua pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Kapetakan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dua terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial I (25) dan F (25), keduanya merupakan warga Kabupaten Indramayu.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit Honda Vario Techno 150 milik korban, satu unit Honda Vario 125 milik pelaku, dua unit telepon genggam, serta satu buah kunci letter T yang diduga digunakan dalam aksi pencurian.

Rudiana mengapresiasi kepedulian warga yang memilih melapor kepada polisi dibanding melakukan tindakan sendiri.

"Kami ucapkan terima kasih kepada warga yang telah bergerak cepat dan segera menghubungi kami. Tanpa koordinasi yang baik, pelaku mungkin akan lolos. Kerja sama yang baik ini harus terus kita jaga," katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap mengedepankan hukum ketika menghadapi tindak kejahatan.

"Kami juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan di luar hukum karena kami akan memproses pelaku sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Menurut Rudiana, kasus tersebut menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara warga dan kepolisian mampu mencegah pelaku kejahatan melarikan diri sekaligus menghindarkan mereka dari aksi main hakim sendiri.

"Korban dan saksi tidak panik, mereka segera melapor ke polisi sehingga kami bisa bergerak cepat. Kami berharap kasus ini memberikan efek jera bagi pelaku dan menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk selalu waspada serta segera melapor jika terjadi tindak kejahatan," ucap Rudiana.

Baca juga: Polisi Bergerak Usut Pencurian Kotak Amal di Klangenan Cirebon, CCTV Pelaku Disebut Terlihat Jelas

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.