Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ismet
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali masih menemukan kendala pada sejumlah rekening mahasiswa menjelang pencairan Beasiswa Morowali Tahun 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali, Arifin Lakane, mengatakan sekitar 300 rekening dari total 3.727 mahasiswa penerima beasiswa tahap pertama mengalami permasalahan yang harus diselesaikan sebelum dana dapat disalurkan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Pendidikan Morowali telah berkoordinasi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tengah agar proses pengaktifan rekening dapat dilakukan secara kolektif.
Baca juga: Sekjen ATR/BPN Paparkan 7 Layanan Prioritas di DPR, Garap 6,4 Juta Berkas dan Sumbang Rp5,7 Triliun
"Mahasiswa tidak perlu lagi mengurus pengaktifan rekening secara mandiri karena kami sudah menyampaikan surat resmi kepada pihak bank untuk membantu penyelesaiannya," ujar Arifin.
Selain persoalan rekening, seluruh calon penerima beasiswa juga diwajibkan membuat surat perjanjian bermeterai yang menyatakan dana bantuan akan digunakan untuk membiayai kebutuhan perkuliahan.
Dokumen tersebut menjadi salah satu persyaratan wajib diunggah melalui aplikasi Beasiswa Morowali sebelum proses pencairan dilakukan.
Meski masih terdapat kendala administrasi, Pemerintah Kabupaten Morowali tetap menargetkan pencairan Beasiswa Morowali Tahun 2026 berlangsung pada Juli 2026 dan diupayakan dapat direalisasikan pada pertengahan bulan.
Program Beasiswa Morowali merupakan salah satu program unggulan pemerintah daerah di bidang pendidikan. Setiap mahasiswa penerima memperoleh bantuan sebesar Rp12 juta per tahun, menjadi nominal beasiswa tertinggi di Sulawesi Tengah.
Baca juga: 3.727 Mahasiswa Lolos Verifikasi, Beasiswa Morowali 2026 Cair Pertengahan Juli
Pemerintah Kabupaten Morowali berharap program tersebut dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah sekaligus mencetak sumber daya manusia yang berkualitas untuk mendukung pembangunan Morowali. (*)