Pj Sekda Biak Apresiasi Parade Wor dan Suling Tambur di FBMW 2026: Budaya Kita Harus Dilestarikan
Astini Mega Sari July 02, 2026 10:29 AM


Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, Zacharias L. Mailoa, mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang mengikuti Parade Wor dan Suling Tambur dalam rangkaian Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026. 

Hal itu disampaikan Zacharias L. Mailoa saat melepas peserta Parade Wor dan Suling Tambur yang digelar sebagai salah satu agenda utama Festival Biak Munara Wampasi. 

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya nyata dalam menjaga dan melestarikan budaya asli masyarakat Biak agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda maupun wisatawan.

Ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menampilkan kekayaan budaya daerah. 

Baca juga: Tak Hanya Jadi Ajang Promosi Wisata, Wabup Biak Berharap FBMW 2026 Bisa Dongkrak Ekonomi OAP

FBMW 2026 - Peserta Parade Wor dan Suling Tambur dalam rangkaian Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026 saat melintasi sepanjang jalan Imam Bonjol, Biak Numfor, Rabu (1/7/2026)
FBMW 2026 - Peserta Parade Wor dan Suling Tambur dalam rangkaian Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026 saat melintasi sepanjang jalan Imam Bonjol, Biak Numfor, Rabu (1/7/2026) (Tribun-Papua.com/Fiona Sihasale)

"Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Parade Wor dan Suling Tambur. Ini merupakan budaya orang Biak yang harus terus dilestarikan dan dipertahankan," kata Pj Sekda Biak, Zacharias Mailoa saat melepas peserta parade, Rabu (1/7/2026)

Menurut Mailoa, Wor merupakan seni tradisi masyarakat Biak memiliki makna yang mendalam karena mengandung nilai sejarah, adat, serta filosofi kehidupan masyarakat setempat.

Begitu pula dengan Suling Tambur yang telah menjadi bagian dari identitas budaya Biak dan terus ditampilkan dalam berbagai kegiatan adat maupun festival budaya.

Mailoa berharap penyelenggaraan parade budaya tersebut dapat terus dipertahankan dan dikembangkan setiap tahun sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya daerah.

Keterlibatan masyarakat, kata dia, khususnya generasi muda, dinilai menjadi kunci agar tradisi tersebut tidak hilang di tengah perkembangan zaman.

Parade Wor dan Suling Tambur merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) yang diselenggarakan setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.

Baca juga: Bupati Biak Ajak Masyarakat Sukseskan FBMW Pada 1 Juli

Festival tersebut juga kembali masuk dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN), sehingga menjadi salah satu ajang promosi pariwisata unggulan Kabupaten Biak Numfor di tingkat nasional.

Parade tahun ini diikuti sebanyak 24 grup Wor dan 6 grup Suling Tambur yang menampilkan beragam atraksi budaya khas Biak. 

Penampilan para peserta dengan menggunakan pakaian adat dan membawa alat musik khas Biak tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada masyarakat dan wisatawan yang hadir.

Selain Parade Wor dan Suling Tambur, Festival Biak Munara Wampasi 2026 juga menghadirkan berbagai agenda lainnya, seperti Snap Mor, Apen Beyeren, Parade Perahu Mansusu, Bird Watching, lomba foto dan video bawah laut, Tour Padaido, serta sejumlah kegiatan pariwisata lainnya yang bertujuan memperkenalkan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal Kabupaten Biak Numfor kepada masyarakat luas.

Melalui penyelenggaraan festival tersebut, diharapkan sektor pariwisata terus berkembang, memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, sekaligus memperkuat identitas budaya Biak sebagai warisan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.