Wagub Kepri Nyayang Tinjau Pembenihan 39.600 Bibit Kelapa di Natuna, Siap Ditanam Akhir 2026
Mairi Nandarson July 02, 2026 11:29 AM

Laporan Wartawan Tribun Batam, Birri Fikrudin

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Hamparan ribuan buah kelapa yang disusun rapi menyambut kedatangan Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembenihan bibit kelapa di Kampung Air Buluh, Desa Cemaga Tengah, Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna, Rabu (1/7/2026).

Di lahan pembibitan yang dikelola Kelompok Swakelola Buluh Serumpun itu, satu per satu buah kelapa tampak berjajar membentuk barisan panjang.

Sebagian sudah mulai mengeluarkan tunas hijau, sementara lainnya masih dalam proses.

Puluhan ribu calon bibit tersebut akan tumbuh sebelum nantinya dipindahkan ke lahan perkebunan masyarakat.

Dari pantauan Tribunbatam.id, Nyanyang didampingi DKP2KH Provinsi Kepri, Rika Azmi, hingga sejumlah pejabat pemerintah daerah berkeliling meninjau area pembibitan.

Ia beberapa kali berhenti untuk melihat langsung kondisi benih, sekaligus berdialog dengan pengelola mengenai proses pembenihan, tingkat keberhasilan, hingga kesiapan bibit sebelum didistribusikan kepada para petani.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan produksi bibit kelapa yang menjadi bagian dari Program Pengembangan Perkebunan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan yang didanai APBN Tahun Anggaran 2026.

Nyanyang mengatakan, saat ini sebanyak 39.600 bibit kelapa varietas unggul lokal tengah dipersiapkan, untuk memenuhi kebutuhan penanaman di lahan seluas 350 hektare di Kabupaten Natuna.

"Bibit kelapa yang diproduksi berasal dari varietas unggul lokal dengan sumber pendanaan dari APBN Tahun Anggaran 2026. Nantinya bibit ini akan didistribusikan ke enam kecamatan penerima di Natuna," ujarnya.

Menurutnya, hasil peninjauan menunjukkan proses pembenihan berjalan dengan baik dan sesuai tahapan yang direncanakan.

Ia berharap seluruh bibit sudah siap tanam sehingga dapat mulai disalurkan kepada kelompok tani pada akhir tahun 2026.

"Mudah-mudahan pada bulan Oktober, November ataupun Desember nanti bibit ini sudah bisa kita salurkan kepada masyarakat," katanya.

Nyanyang menjelaskan, distribusi bibit akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan lahan dan kelompok tani di masing-masing wilayah penerima.

Ia menilai program tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah, dalam mendorong pengembangan komoditas kelapa sebagai sektor perkebunan yang memiliki prospek besar di Natuna.

Dengan tersedianya puluhan ribu bibit unggul itu, diharapkan produktivitas kebun kelapa masyarakat meningkat sekaligus mampu menambah pendapatan para petani.

Meski demikian, ia mengungkapkan kebutuhan pengembangan perkebunan kelapa di Natuna sebenarnya masih jauh lebih besar.

"Untuk Natuna itu mengusulkan sekitar 2.000 hektare, dan baru terpenuhi untuk 350 hektare. Kita akan terus dorong agar sisanya bisa direalisasikan pada tahun depan," katanya.

Sementara itu, perwakilan Kelompok Buluh Serumpun, Syarif, memastikan pihaknya berkomitmen menjaga seluruh bibit hingga siap disalurkan kepada masyarakat.

"Insyaallah kami dari Kelompok Buluh Serumpun akan merawat bibit ini semaksimal mungkin. Ketika kebutuhan sudah tiba, semoga bibit ini sudah siap tanam dan hasilnya sesuai harapan," ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi kemungkinan bibit yang tidak tumbuh atau gagal, kelompoknya melakukan pembenihan melebihi jumlah kebutuhan yang ditetapkan pemerintah.

"Kebutuhan program sebanyak 39.600 bibit. Namun yang kami semai mencapai 46.200 butir kelapa, sehingga apabila ada yang gagal tumbuh, target kebutuhan tetap bisa terpenuhi," katanya.

( tribunbatam.id/birrifikrudin )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.