TRIBUNMANADO.CO.ID - Ratusan Lurah dan Ketua Lingkungan se-Kota Manado, memadati aula Kantor Wali Kota Manado, Kamis (2/7/2026).
Mereka hadir sebagai peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Tercatat hadir 504 ketua lingkungan, 87 Lurah, 11 Camat dan ratusan agen Perlinsos.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan Kota Manado yang terpilih sebagai satu dari 41 kabupaten/kota di Indonesia sebagai daerah percontohan pelaksanaan digitalisasi bansos.
Para agen yang mengikuti pelatihan ini nantinya akan berperan sebagai trainer untuk mendampingi masyarakat dalam menggunakan sistem digital tersebut.
Kantor Wali Kota Manado berada di Kelurahan Tikala Ares, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Provinsi Sulut.
Jaraknya dari Bandara Sam Ratulangi sekira 7 kilometer.
Kantor tersebut berhadapan dengan lapangan Sparta Tikala, alun alun utama kota Manado.
Amatan Tribunmanado.co.id, ruangan sebesar seperempat lapangan sepak bola itu penuh sesak.
Seluruh kursi penuh. Ruang yang lowong hanya pada bagian depan meja pembicara serta sedikit di bangku belakang. Selebihnya terisi.
Wawali Manado Richard Sualang membuka kegiatan tersebut.
Ia memakai batik berwarna merah dan celana hitam.
Menurut dia, kegiatan tersebut penting untuk menjalankan program nasional yaitu digitalisasi bansos dimulai tahun 2026.
"Ini sudah mulai dilaksanakan, mulai dari segala persiapan, ilmu pengetahuan termasuk sumber daya manusia ini sudah dipersiapkan sejak Februari 2026, lalu sudah dilaksanakan rapat koordinasi dari Kemendagri, Kemensos bahkan Dewan Ekonomi Nasional," kata dia.
Terkait program terbaik ini, Wawali menekankan bahwa Pemerintah Kota Manado dibawah kepimpinan Walikota Andrei Angouw ingin mempercepat melalui governance.
"Hal ini mendapat perhatian dan apresiasi dari Pemerintah Pusat, sehingga masalah digitalisasi Kota Manado dianggap mampu dan siap untuk menjalankan program-program nasional termasuk digitalisasi," tutur Wawali Sualang.
Turut diingatkan pula peran Ketua Lingkungan agar mampu melaksanakan kegiatan tersebut dengan menggunakan aplikasi yang nantinya tidak asing lagi dalam penerapan.
Dilanjutkan dengan penyampaian melalui Zoom Meeting oleh Direktur Jaminan Sosial, Kemensos, Mardi Saleh
Pada kesempatan ini, Ketua Pokja Sembako Direktorat Jaminan Sosial Fahri Isnanta menjelaskan, dalam waktu dekat ini nantinya akan ada sosialisasi di Kecamatan Paal 2 dan Kecamatan Tikala.
"Kegiatan sosialisasi perekam digital ini menghadirkan masyarakat yang tidak tahu mengunakan teknologi atau pun para Lansia," terang Fahri.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Sosial Kota Manado, Lenda Pelealu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Erwin Kontu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Novianti Mongkau, Preajilab Komite Percepatan Transformasi Digitalisasi Pemerintah (KPTDP) Nabila Hanum dan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut, Chandra Agusta.(Art)
Baca juga: Wawali Manado Richard Sualang Tinjau Donor Darah, Targetkan 403 Kantong