500 Rekening Efek Dibuka di Kediri, Investasi Masyarakat Diharapkan Tumbuh
Alga W July 02, 2026 01:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Melia Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Menjadi aparatur sipil negara (ASN) kerap dianggap identik dengan kepastian penghasilan dan jaminan pensiun.

Namun, di balik rasa aman tersebut, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin mengingatkan pentingnya membangun kemandirian finansial sejak dini melalui investasi bijak.

Baca juga: Efek MBG Berhenti saat Sekolah Libur, Harga Sayuran di Blitar Ikut Anjlok Jadi Murah

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Pencanangan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Pembukaan 500 Rekening Efek dalam Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 yang digelar di Ruang Soekarno Hatta BKPSDM Kota Kediri, Rabu (1/7/2026).

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Gus Qowim ini mengakui, profesi ASN merupakan anugerah yang patut disyukuri.

Selain memperoleh penghasilan tetap setiap bulan, ASN juga memiliki jaminan pensiun yang memberi rasa aman di masa depan.

Namun menurutnya, rasa nyaman tersebut justru dapat membuat seseorang terlena sehingga kurang mempersiapkan kesejahteraan finansial secara mandiri.

Oleh karena itu, ia mengajak para ASN mulai mengubah cara pandang terhadap pengelolaan keuangan.

"Jangan sampai kita hanya mengandalkan dana pensiun. Karena masa depan yang sejahtera tidak hanya ditentukan oleh apa yang akan kita terima nanti, tetapi juga oleh keputusan yang kita ambil hari ini," kata Gus Qowim.

Ia menilai, selama masih berada pada usia produktif dan memiliki penghasilan tetap, setiap orang memiliki kesempatan untuk menyisihkan sebagian pendapatannya sebagai investasi.

Langkah tersebut dinilai menjadi bekal penting untuk menghadapi berbagai kebutuhan di masa mendatang.

Selain menyentuh aspek kesejahteraan individu, Gus Qowim juga menekankan bahwa pasar modal memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui pasar modal, dunia usaha memperoleh akses pembiayaan yang pada akhirnya mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, hingga mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, ia berharap Galeri Investasi BEI yang dicanangkan di lingkungan Pemerintah Kota Kediri tidak sekadar menjadi fasilitas simbolis, melainkan benar-benar dimanfaatkan sebagai pusat pembelajaran, konsultasi, dan peningkatan literasi keuangan bagi masyarakat.

"Saya juga berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga program peningkatan literasi dan inklusi keuangan dapat menjangkau masyarakat lebih luas," terangnya.

Sementara itu, Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri menyebut, pencanangan Galeri Investasi merupakan langkah strategis untuk membangun budaya investasi yang sehat, legal, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, Kota Kediri dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan SEPMT 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi pasar modal di daerah.

"Hari ini saya mengapresiasi apa yang sudah kita laksanakan. SEPMT ini dilakukan setiap tahun dan saya bersyukur tahun ini Kota Kediri terpilih dan dikunjungi OJK Pusat. Kita sama-sama ingin memperkuat literasi masyarakat khususnya di pasar modal," papar Ismirani.

Ia memaparkan, tingkat literasi keuangan nasional telah mencapai 66,5 persen dengan inklusi keuangan sebesar 80,5 persen.

Namun, khusus literasi pasar modal angkanya masih 4,1 persen, sedangkan inklusinya baru 5,2 persen. 

Baca juga: Danrem 082/CPYJ Ingatkan Generasi Muda Jombang Waspada Ancaman Proxy War dalam Permata CAI ke-47

Di sisi lain, minat masyarakat terus meningkat.

Hingga Mei 2026, jumlah investor pasar modal di Indonesia mencapai 27,75 juta.

Sementara di Kota Kediri, hingga April 2026 tercatat 23.923 Single Investor Identification (SID), meningkat 29,21 persen secara tahunan. 

Nilai transaksi pasar modal di Kota Kediri juga telah menembus Rp1,5 triliun atau tumbuh 116,67 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.