Warga Sipil Ditembak di Intan Jaya, Natalius Pigai Desak Panglima dan Kapolri Kendalikan Personel
Paul Manahara Tambunan July 02, 2026 02:14 PM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai secara tegas merespons situasi keamanan yang kembali memanas di tanah Papua.

Menteri HAM meminta kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk mengendalikan seluruh personelnya di lapangan agar tetap bekerja secara profesional.

Hal ini ditegaskan Natalius Pigai menyusul insiden tragis tewasnya seorang pendeta Gereja Kristen Injili (GKI) akibat penembakan di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

"Penembakan pendeta di Intan Jaya dan Papua, kita minta Panglima TNI dan Kapolri agar mengendalikan anggotanya yang bertugas di Papua," kata Pigai, dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2026).

Baca juga: Warga Sipil Ditemukan Tewas, Bupati Intan Jaya Kecewa dan Minta Presiden Evaluasi Satuan Nonorganik

Hingga saat ini, pelaku di balik penembakan keji yang menewaskan tokoh agama tersebut masih simpang siur.

Menteri HAM, Natalius Pigai mengungkapkan peristiwa penembakan pendeta tersebut menjadi sorotan tajam setelah sempat diklaim oleh pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Di sisi lain, aparat keamanan dari unsur TNI-Polri hingga kini dilaporkan masih terus melakukan pendalaman serta penyelidikan intensif atas insiden berdarah tersebut.

Hampir Setiap Hari Ada Kematian

Lebih lanjut, Natalius Pigai menyoroti tajam tingginya angka korban dari kalangan sipil yang terus berjatuhan di bumi cenderawasih.

Menurut pria asal Papua tersebut, kondisi hilangnya nyawa manusia ini sama sekali tidak boleh dianggap sebagai situasi yang biasa.

Sebab, hal ini menyangkut hak hidup warga negara yang sudah dijamin penuh oleh konstitusi negara Republik Indonesia.

“Hampir setiap hari ada kematian warga sipil tidak berdosa,” kata Pigai.

WARGA SIPIL TEWAS - Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, Wakil Bupati Intan Jaya, Elias Igapa, Tim penanganan Konflik, bersama masyarakat saat mengevakuasi jenazah Okto Tigau di belakang Pos Habema.
WARGA SIPIL TEWAS - Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, Wakil Bupati Intan Jaya, Elias Igapa, Tim penanganan Konflik, bersama masyarakat saat mengevakuasi jenazah Okto Tigau di belakang Pos Habema. (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Ia menegaskan, negara memiliki kewajiban mutlak untuk memastikan keamanan masyarakat sekaligus mendorong penyelesaian berbagai konflik di Papua dengan pendekatan Hak Asasi Manusia (HAM).

Guna meminimalkan jatuhnya korban sipil dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap negara, Pigai menekankan pentingnya sinergi antara aparat, pemerintah daerah, tokoh adat, hingga tokoh agama.

Baca juga: Pesawat Pilatus AMA Dibakar di Yahukimo, Pilot Captain Nikolas Gosselin Diduga Dibunuh KKB Papua

Ia memastikan, institusi yang dipimpinnya tidak akan tinggal diam melihat situasi ini.

“Kementerian HAM menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi di Papua dan berkoordinasi dengan kementerian maupun lembaga terkait guna memastikan setiap dugaan pelanggaran hak asasi manusia mendapat perhatian serta penanganan yang sesuai dengan ketentuan hukum,” tutur dia.

Di akhir keterangannya, Pigai menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas gugurnya pendeta GKI dalam insiden penembakan tersebut dan meminta seluruh pihak memberikan perhatian serius. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.