TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Festival Olahraga Masyarakat Daerah (Forda) II DIY 2026 siap digelar pada 4-5 Juli 2026 dengan melibatkan 1.085 pegiat olahraga masyarakat dari 18 Induk Organisasi Olahraga (Inorga) anggota Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) DIY.
Ajang yang menjadi pesta olahraga masyarakat terbesar di DIY ini diharapkan mampu mendorong budaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kebugaran masyarakat di lima kabupaten dan kota.
Ketua Panitia Forda II DIY 2026, Dapan, mengatakan seluruh tahapan pendaftaran peserta melalui entry by name telah rampung. Saat ini panitia tinggal mematangkan persiapan akhir menjelang pembukaan yang berlangsung pada Sabtu (4/7/2026).
“Tahapan entry by name sudah kami selesaikan beberapa waktu lalu dan saat ini kami sudah memasuki tahapan akhir persiapan pelaksanaan Forda DIY yang dimulai Sabtu besok,” ujar Dapan, Kamis (2/7/2026).
Berdasarkan data pendaftaran, Kota Yogyakarta menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 323 pegiat. Posisi kedua ditempati Kabupaten Sleman dengan 303 peserta, disusul Kabupaten Bantul sebanyak 234 peserta, Kabupaten Gunungkidul 136 peserta, dan Kabupaten Kulonprogo dengan 89 peserta.
Dari 18 Inorga yang akan ambil bagian, Senam Tera Indonesia (STI) menjadi organisasi dengan jumlah peserta terbesar, mencapai 125 orang. Selanjutnya ada The A Team Cheerleading Indonesia Association (TATINDO) yang mengirimkan 118 peserta, serta Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) dengan 98 peserta.
Untuk mendukung pelaksanaan pertandingan, panitia telah menyiapkan sejumlah venue yang tersebar di wilayah Yogyakarta. Lokasi tersebut meliputi Lippo Plaza Jogja, Lapangan Sorowajan, Balai Kalurahan Banguntapan, Kompleks Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Disdikpora DIY, serta SMKN 5 Yogyakarta.
Lippo Plaza Jogja akan menjadi pusat kegiatan Forda II DIY karena menjadi lokasi pembukaan dan penutupan sekaligus arena pertandingan bagi Inorga berbasis kreasi dan ketangkasan seperti ATNI, ILDI, IOSKI, TATINDO, ULD, dan YJI.
Sementara itu, Lapangan Sorowajan dan Kompleks BPO Disdikpora DIY digunakan untuk cabang olahraga fisik dan komunitas, di antaranya ASSI (Street Soccer), INASSOC (Airsofter), KIS (Skateboard), LSPSN, PORGASI, dan PORTINA.
Balai Kalurahan Banguntapan menjadi lokasi perlombaan massal Senam Tera Indonesia, sedangkan SMKN 5 Yogyakarta dipakai untuk pertandingan bela diri DKKI (Dai Kyokushin Karate Indonesia).
Dapan menambahkan, satu Inorga bahkan telah lebih dulu menyelesaikan perlombaan sebelum pembukaan resmi Forda II DIY.
“Untuk sementara, dari 18 Inorga yang akan dilombakan atau ditandingkan, sudah ada Inorga yang menuntaskan perlombaan, yakni Inorga Pelangi yang berlangsung akhir pekan lalu di Lapangan Kebon Agung, Imogiri, Bantul, di mana Sleman meraih dua medali emas dan Kulonprogo satu medali emas,” pungkasnya.