Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Tarian Hegong kreasi yang dibawakan 100 penari cilik di Paroki St. Mikhael Malaikat Agung Nita, Keuskupan Maumere, mampu menghipnotis peserta Nusra Youth Day (NYD) III, Rabu (1/7/2026) siang.
Tarian tersebut dipentaskan di halaman Paroki St. Mikhael Malaikat Agung Nita dengan iringan musik Gong Waning yang bergema. Para penari menampilkan koreografi yang membentuk tulisan NYD 3.
Huruf N dibentuk oleh penari berbaju biru muda, huruf Y oleh penari berbaju merah muda, huruf D oleh penari berbaju biru muda, sedangkan angka 3 dibentuk oleh penari berbaju merah muda dengan warna yang lebih mencolok.
Mengenakan busana adat yang menarik, para penari tampil lincah dan penuh sukacita. Senyum yang terus menghiasi wajah mereka semakin menyemarakkan pertunjukan.
Baca juga: Rundown Acara Nusra Youth Day III di Keuskupan Maumere, NTT
Penampilan Hegong kreasi tersebut memukau umat dan masyarakat yang memadati Jalan Hepang–Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.
Berdasarkan pantauan TribunFlores.com, rombongan pertama yang tiba ialah peserta Orang Muda Katolik (OMK) dari Keuskupan Labuan Bajo pada pukul 14.22 Wita. Tidak lama kemudian, rombongan OMK dari Keuskupan Denpasar, Bali, juga tiba di lokasi.
Kedua rombongan disambut dengan sapaan adat dan huler wair yang membuat para peserta terkesima. Syair-syair daerah yang sarat makna dilantunkan dengan lantang oleh seorang pria yang mengenakan pakaian adat Sikka.
Ketua OMK Keuskupan Labuan Bajo, Maria Dolorosa Gardena Mamus, yang akrab disapa Mey, mengaku tersentuh dengan penyambutan adat tersebut. Menurutnya, pakaian adat yang dikenakan para penari sangat indah. Penampilan mereka pun memukau.
"Saya rasa sangat senang, sangat bersyukur," ujar Mey saat diwawancarai TribunFlores.com.
Baca juga: Jelang NYD III di Maumere, Paroki Santo Mikhael Nita Disulap Jadi Pusat Penyambutan Meriah
Mey juga mengajak kaum muda Katolik yang belum bergabung dalam OMK agar mulai terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi tersebut. Menurut dia, keikutsertaan dalam OMK memberikan kesempatan untuk membangun relasi yang positif dengan banyak orang.
"Contohnya sekarang kami mengikuti kegiatan Nusra Youth Day yang ketiga di Maumere. Kami mengenal banyak orang dari Maumere maupun dari keuskupan lainnya," ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta NYD III dapat kembali ke keuskupan maupun paroki masing-masing dengan membawa pengalaman dan nilai-nilai positif yang diperoleh selama mengikuti kegiatan tersebut.
Kegiatan NYD III di Keuskupan Maumere akan berlangsung pada 2–5 Juli 2026. Selama kegiatan, para peserta akan menjalani program live in di Paroki St. Mikhael Malaikat Agung Nita.