TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua Barat Daya Yusdi Lamatenggo mengusulkan agar kegiatan Ekspresi Seni Budaya Anugerah Agung Zona Kepala Burung dijadikan agenda rutin setiap pekan di Taman Sorong City.
Usulan tersebut disampaikan Yusdi saat mewakili Gubernur Papua Barat Daya dalam pembukaan Ekspresi Seni Budaya yang digelar oleh DPD Barisan Merah Putih (BMP) RI Papua Barat Daya di Taman Sorong City, Rabu (1/7/2026).
Baca juga: Ratusan Mama Papua Menginap di Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Tagih Janji Otsus
Menurut Yusdi, penyelenggaraan pentas seni budaya secara rutin setiap Sabtu akan menjadi wadah bagi para seniman untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Papua Barat Daya kepada wisatawan.
“Apabila momentum ini kita jadikan berkelanjutan, saya mengusulkan lewat teman-teman DPD Barisan Merah Putih agar tempat ini dijadikan lokasi pentas seni budaya Papua Barat Daya setiap minggu, misalnya setiap Sabtu,” ujar Yusdi.
Ia mengatakan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua Barat Daya siap menghubungkan kegiatan tersebut dengan para wisatawan domestik maupun mancanegara agar menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Kota Sorong.
“Kami dari Dinas Pariwisata akan menghubungkan kepada seluruh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, supaya setiap Sabtu sore hadir menyaksikan ekspresi seni budaya para seniman Papua Barat Daya di Kota Sorong,” katanya.
Yusdi menjelaskan, selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan rutin tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kita berharap rencana ini selain memperkenalkan potensi seni budaya Papua Barat Daya, juga menjadi sarana melestarikan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi UMKM masyarakat lokal,” ucapnya.
Dalam sambutannya, Yusdi juga menyampaikan salam dari Gubernur Papua Barat Daya yang berhalangan hadir karena agenda pemerintahan lainnya.
Baca juga: MTQ II Papua Barat Daya Resmi Dibuka, 202 Peserta Berebut Tiket ke MTQ Nasional 2026
Ia mengatakan tema “Simfoni Papua Barat Daya Anugerah Agung Zona Kepala Burung” memiliki makna keberagaman suku, bahasa, adat istiadat, seni, serta kekayaan alam di Papua Barat Daya merupakan anugerah Tuhan yang harus dijaga bersama.
“Simfoni adalah harmoni dari berbagai nada yang berbeda namun menghasilkan keindahan yang mempersatukan. Demikian pula Papua Barat Daya yang dianugerahi keberagaman suku, bahasa, adat istiadat, seni, serta kekayaan alam yang luar biasa di wilayah Kepala Burung,” jelasnya.
Yusdi menegaskan, ekspresi seni budaya bukan sekadar panggung hiburan, tetapi menjadi ruang memperkuat identitas budaya, menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan leluhur, serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.
Baca juga: Anggota DPRP Papua Barat Daya Minta Pemerintah Dialog dengan Pedagang Asli
Ia memastikan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya akan terus mendukung pelestarian dan pengembangan seni budaya sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
Menurutnya, budaya tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
Yusdi pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menghormati keberagaman, dan menjadikan budaya sebagai sumber inspirasi serta inovasi agar kekayaan budaya Papua Barat Daya semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman, budayawan, panitia, dan semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Semoga dedikasi yang diberikan menjadi bagian dari upaya kita dalam menjaga warisan budaya untuk masa depan, demi kemajuan Papua Barat Daya yang maju, sejahtera, berbudaya, dan berdaya saing,” tutupnya. (tribunsorong.com/ismail saleh)