154 Warga Alami Infeksi Saluran Pernapasan Akut Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang
Irwan Wahyu Kintoko July 02, 2026 11:35 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya 154 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, hingga Kamis (2/7/2026).

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, sebagian besar pasien merupakan balita dan ibu hamil yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.

"Ada 154 orang, tapi berobat jalan semua dan sudah diobati," kata Hendra Tarmizi saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis.

Dari jumlah tersebut, satu ibu hamil harus dirujuk ke rumah sakit karena mengalami gangguan pernapasan.

Baca juga: Kebakaran Gudang di Cakung Jakarta Timur, Api Diduga Muncul Akibat Korsleting Listrik

"Untuk ibu hamil karena ada penyakit penyerta juga jadi perlu dirawat dan kami rujuk ke rumah sakit," katanya.

Untuk menangani warga terdampak, Dinkes membuka empat posko kesehatan di sekitar TPA Jatiwaringin.

Sebanyak 25 tenaga kesehatan juga dilibatkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Hendra, sejauh ini dampak asap paling banyak dirasakan warga di Kecamatan Mauk, Rajeg, dan Sukadiri.

Baca juga: Kebakaran di Warkopolim Melawai Jakarta Selatan, Percikan Api Diduga Berasal dari Alat Penggorengan

Namun, Dinkes meminta seluruh puskesmas di Kabupaten Tangerang untuk bersiaga mengantisipasi kemungkinan asap meluas ke wilayah lain mengikuti arah angin.

"Semua puskesmas sudah buat kewaspadaan agar jika terjadi bencana asapnya sampai ke daerah mereka, mereka harus sudah siap siaga dan sudah menyiapkan masker," ucap Hendra.

Dinkes juga menambah stok masker untuk dibagikan kepada warga di wilayah terdampak.

Hendra mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar TPA maupun yang terdampak asap untuk menghindari area berasap.

Baca juga: Ratusan Penyintas Kebakaran Pasar Jiung Bertahan di Pengungsian, Bantuan Darurat Terus Mengalir

"Jika ada asap itu segera hindari daerah asap itu dengan berpindah, jika tidak memungkinkan, usahakan pakai masker," ucap Hendra.

Hingga Rabu (1/7/2026) malam, kondisi kebakaran di TPA Jatiwaringin masih terus terjadi.

Bahkan titik api terpantau bertambah sehingga menimbulkan asap tebal.

Kondisi itu membuat jarak pandang warga yang melintas jadi terbatas.

Rasa sesak dan mata perih juga kerap dikeluhkan warga akibat kebakaran di TPA Jatiwaringin yang tak kunjung padam.

 

Sumber: Kompas.com 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.