Amerika Serikat Jumpa Belgia di Babak 16 Besar, Kesempatan Menghapus Luka Piala Dunia 2014
Facundo Chrysnha Pradipha July 02, 2026 12:57 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat menjadi negara terbaru yang memastikan diri tampil di babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Kamis (2/7/2026) pagi. Hal itu diketahui setelah negeri Paman Sam, julukan Amerika Serikat, mengalahkan Bosnia dan Herzegovina di Stadion San Francisco Bay Arena dengan skor 2-0.

Di babak 16 besar nanti, Amerika Serikat akan menghadapi Belgia yang lolos dramatis setelah mengalahkan Senegal melalui tambahan waktu hingga 120 menit sebelum penalti Tielemans yang menjadi penentu.

Belgia memang berhasil lolos, tetapi harus menguras tenaga hingga babak tambahan waktu untuk menyingkirkan Senegal. 

Sementara Amerika Serikat melangkah dengan kemenangan meyakinkan atas Bosnia dan Herzegovina. 

Perbedaan perjalanan menuju babak 16 besar itu diperkirakan membuat duel kedua tim berlangsung lebih terbuka dibanding pertemuan mereka pada Piala Dunia 2014.

Pertemuan Belgia dengan Amerika Serikat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 bisa menjadi momentum bagi tim tuan rumah.

Yaitu momen membalas kekalahan yang pernah terjadi dua belas tahun lalu, ketika keduanya bertemu di babak gugur 16 besar di Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil.

Amerika punya momentum karena tahun ini bertindak sebagai tuan rumah dan materi pemain dengan penampilan konsisten di Piala Dunia 2026.

Bermain di hadapan pendukung sendiri dinilai menjadi salah satu keuntungan terbesar Amerika Serikat untuk memutus rekor buruk tersebut.

"Piala Dunia 2026 ini seharunya menjadi momen pembuktian bagi Amerika Serikat, mereka memiliki keuntungan sebagai tuan rumah," kata Bayu Ajianto, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Tapi mereka juga datang dalam tekanan yang besar walaupun Amerika sekarang punya talenta yang bagus seperti Christian Pulisic, Tyler Adams, hingga Tim Weah."

"Nama-nama di atas bermain di Eropa jadi seharusnya bisa membantu meningkatkan performa Amerika di Piala Dunia 2026," ujarnya.

Wanita asal Solo mengenakan stiker Amerika di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/6/2026).(Tribun-Video.com/Akmal Khoirul Habib) (Tribunnews.com)

Dendam yang Tertunda Sejak Brasil

Belgia saat itu datang dengan generasi emas di bawah asuhan Marc Wilmots.

Ketika itu Courtois dipercaya di bawah mistar gawang, masih ada Vincent Kompany, Daniel van Buyten, Jan Vertonghen, Fellaini dan De Bruyne di lini tengah, hingga para penyerang kelas atas, Dries Mertens, Eden Hazard, dan Romelu Lukaku.

Sementara Amerika Serikat dibesut oleh Jurgen Klinsmann.

Tim Howard berada di bawah mistar gawang, Matt Besler, Geoff Cameron, Jermaine Jones, hingga Clint Dempsey.

Pada saat itu, Amerika Serikat belum pernah meraih hasil positif saat melawan Belgia. Hingga pertemuan di Brasil, Amerika Serikat hanya sekali menang dari lima laga melawan Belgia.

Amerika Serikat pada akhirnya harus mengakui keunggulan Belgia melalui tambahan waktu 2x15 menit.

Belgia mencetak dua gol lebih dulu lewat aksi Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku. Sementara gol balasan Amerika Serikat dicetak oleh Julian Green.

Meski kalah, pertandingan tersebut dikenang berkat penampilan luar biasa Tim Howard.

Penjaga gawang Amerika Serikat, Tim Howard menunjukkan kelasnya sebagai kiper papan atas di laga itu dengan mencatatkan 16 penyelamatan, dan menjadi rekor penyelamatan terbanyak dalam satu pertandingan sepanjang sejarah Piala Dunia sejak pencatatan tahun 1966.

Berkat aksi-aksinya dalam menyelamatkan gawang Amerika Serikat, Howard mendapat julukan sebagai "Secretary of Defense" (Menteri Pertahanan).

Pelatih Belgia saat itu, Marc Wilmots sampai berkelakar bahwa ia dan timnya tidak ingin lagi menghadapi Tim Howard.

"Itu adalah pertandingan yang luar biasa bagi para penonton, tetapi tidak bagi hati saya," kata Wilmots dikutip dari FIFA.

"Jangan beri saya pertandingan seperti ini lagi, dan jangan biarkan saya menghadapi Tim Howard lagi. Tolonglah," jelasnya.

Setelah dua belas tahun, kedua tim akan kembali bertemu di babak yang sama dari format turnamen yang baru.

Amerika Serikat memiliki kesempatan untuk membalas dendam dan mencapai rekor mereka sendiri.

Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino menilai timnya mampu bersaing dengan siapa pun lawan yang dia hadapi.

Kini situasinya berbeda. Amerika Serikat berstatus sebagai tuan rumah, sesuatu yang diyakini Mauricio Pochettino mampu memberikan dorongan mental bagi para pemainnya.

"Tim ini menunjukkan kualitas, kemampuan untuk bersaing, untuk berjuang satu sama lain," kata Pochettino usai laga melawan Bosnia, dikutip dari Reuters.

"Saya sangat bangga kepada para pemain. Mereka adalah para pahlawan," tegasnya.

Dua belas tahun setelah Tim Howard menciptakan salah satu penampilan paling heroik dalam sejarah Piala Dunia, Amerika Serikat kembali bertemu lawan yang sama di fase gugur. 

Bedanya, kali ini mereka datang sebagai tuan rumah dengan generasi baru, pelatih baru, dan kesempatan baru untuk menulis akhir cerita yang berbeda.

Pertandingan Amerika Serikat vs Belgia akan berlangsung pada Selasa (7/7/2026) pukul 07.00 WIB di Stadion Seattle.

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.