AS Kembali Jatuhkan Bom ke Iran usai Ketegangan Selat Hormuz, JD Vance: Bukan Perang Sembarangan
Aura Dewi Arafuru July 02, 2026 01:58 PM

- Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance mengungkap alasan di balik serangan terbaru Washington ke Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Vance menegaskan, operasi militer tersebut bukan dilakukan tanpa perhitungan.

Menurutnya, setiap langkah diambil sebagai respons atas situasi yang berkembang di jalur pelayaran internasional.

Dalam pernyataannya, JD Vance mengaku AS telah menjatuhkan bom ke Iran sebagai bagian dari operasi militer terbaru.

"Jika Iran mencoba mengancam negara-negara tetangganya atau mendanai terorisme, kita memiliki pilihan, sekali lagi, karena kalian,"ungkap JD Vance.

"Tetapi yang tidak boleh kita lakukan adalah menjatuhkan bom hanya demi menjatuhkan bom, dan itulah yang tidak akan pernah diminta presiden untuk kalian lakukan," tambahnya.

Selain serangan udara, Washington juga mengaku mengerahkan berbagai bentuk tekanan terhadap Teheran.

Vance mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah Iran dituduh menyerang kapal-kapal komersial di jalur pelayaran strategis.

Menurutnya, operasi itu bertujuan menjaga keamanan jalur perdagangan internasional yang sempat terganggu.

Meski demikian, Vance menegaskan Amerika Serikat tidak akan menggunakan kekuatan militer tanpa tujuan yang jelas.

Ia menyebut pemerintah tidak akan menjatuhkan bom hanya untuk menunjukkan kekuatan semata.

Vance juga memperingatkan, AS masih memiliki berbagai pilihan jika Iran kembali mengembangkan program nuklir atau mengancam negara-negara di kawasan.

Ia memastikan setiap keputusan militer akan tetap berada di bawah arahan langsung Presiden AS.

Menurut Vance, operasi yang dilakukan sejauh ini diklaim telah membantu memulihkan keamanan jalur pelayaran dalam beberapa hari terakhir.

Ketegangan sendiri meningkat setelah serangkaian insiden di sekitar Selat Hormuz yang membuat AS dan Iran saling melontarkan tuduhan melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Di tengah ketegangan itu, AS dan Iran masih memiliki tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan final.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.