Moh Furqon Albasyri Rahim, Peserta Termuda MTQ Kota Gorontalo: Belajar Hafalan Sejak Kelas 1 SD
Fadri Kidjab July 02, 2026 02:46 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Moh Furqon Albasyri Rahim berhasil mencuri perhatian sebagai peserta termuda Kafilah Kota Gorontalo di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Gorontalo 2026.

Siswa kelas VI SDN 14 Telaga Biru ini tampil di cabang tahfiz Alquran dengan modal hafalan Juz 1 dan Juz 30.

Bocah berusia 10 tahun ini bukan sekadar ikut meramaikan, ia datang dengan tekad besar. Furqon ingin mengulang sukses di Seleksi Tilawatil Quran (STQ) sebelumnya, bahkan menembus MTQ tingkat nasional.

Namanya tercatat di antara 46 peserta yang mewakili Kota Gorontalo. Meski paling muda, semangatnya tak kalah dengan peserta lain yang sudah berpengalaman.

Saat ditemui di Bele Li Yadia (BLY) Kota Gorontalo, Kamis (2/7/2026), Furqon tampak percaya diri mengenakan kemeja batik dan id card peserta.

Ia bercerita bahwa perjalanan menghafal Alquran dimulai sejak duduk di bangku TK. Ketika masuk kelas I SD, ia sudah berhasil menuntaskan Juz 30.

“Ini menurut saya Juz paling sulit, makanya sudah dihafal sejak kelas 1 SD. Tapi waktu itu saya lompat-lompat hapalannya,” ujar Furqon.

Konsistensi itu terus dijaga hingga kelas IV, di mana ia menambah hafalan Juz 1. Rutinitas mengaji setiap hari menjadi kunci, apalagi sang ibu bekerja sebagai admin di Taman Pengajian Al-Qur’an (TPA).

Kebiasaan membaca Alquran membuat hafalannya semakin kuat. Kini, MTQ tingkat provinsi menjadi panggung pertamanya di level kompetisi resmi.

Sebelumnya, Furqon sudah membuktikan diri dengan meraih juara II pada STQ. Prestasi itu menjadi motivasi untuk terus melangkah lebih jauh.

Furqon mengaku bercita-cita bisa tampil di MTQ tingkat nasional. “Suka sampe nasional. Sapa tahu bisa tembus nasional,” katanya penuh harapan.

Dukungan orang tua menjadi energi besar baginya. Ibunya, Hendrika Husain, aktif di pengajian, sementara ayahnya, Patrianto Rahim, bekerja sebagai pengemudi Maxim.  Dari keduanya, Furqon mendapat dorongan untuk istiqamah dalam menghafal Alquran.

Target Kafilah Kota Gorontalo

PELEPASAN KAFILAH  - Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel berfoto bersama 46 anggota Kafilah Kota Gorontalo usai doa pemberangkatan di Bele Li Yadia (BLY), Kamis (2/7/2026). Kafilah tersebut akan mewakili Kota Gorontalo pada MTQ tingkat Provinsi Gorontalo dengan target mempertahankan gelar juara umum.
PELEPASAN KAFILAH - Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel berfoto bersama 46 anggota Kafilah Kota Gorontalo usai doa pemberangkatan di Bele Li Yadia (BLY), Kamis (2/7/2026). (TribunGorontalo.com/Wawan Akuba)

Baca juga: Sosok Safrin Amir Dau, Jawara Qira’at Murattal Remaja MTQ Kabupaten Boalemo Gorontalo

Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, mengingatkan para peserta kafilah Kota Gorontalo agar tidak terlena dengan prestasi yang telah diraih selama ini. 

Menurutnya, mempertahankan gelar juara umum pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Provinsi Gorontalo jauh lebih berat dibandingkan merebutnya.

Pesan tersebut disampaikan Indra Gobel saat menghadiri doa pemberangkatan Kafilah Kota Gorontalo menuju MTQ tingkat Provinsi Gorontalo, yang digelar di Bele Li Yadia (BLY) Kota Gorontalo, Kamis (2/7/2026) pagi.

Sebanyak 46 peserta diberangkatkan mewakili Kota Gorontalo pada ajang tersebut. Menariknya, peserta termuda dalam kafilah berusia 10 tahun.

Dalam sambutannya, Indra menegaskan bahwa MTQ pada hakikatnya bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari upaya memelihara kehidupan umat agar senantiasa menjunjung tinggi perintah Allah SWT serta menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup.

"Kalau pun MTQ dijadikan sebagai ajang kompetisi, itu merupakan konsekuensi untuk memotivasi para qari dan qariah agar tampil lebih baik sehingga mampu menghasilkan prestasi terbaik," ujarnya.

Ia menambahkan, yang terpenting dari penyelenggaraan MTQ adalah lahirnya teladan di tengah masyarakat, yakni generasi yang mampu membaca, menghafal, memahami, dan menafsirkan Al-Qur'an dengan baik dan benar.

Pada kesempatan itu, Indra juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), para pelatih, serta seluruh pihak yang telah mempersiapkan kafilah melalui program training center sebelum diberangkatkan.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas peserta agar mampu mempertahankan prestasi Kota Gorontalo.

Apalagi kata dia, Kota Gorontalo selama ini dikenal sebagai salah satu daerah terbaik dalam ajang MTQ maupun Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ).

"Kita tahu Kafilah Kota Gorontalo selama ini menjadi yang terbaik dan beberapa kali meraih juara umum pada event MTQ maupun STQ. 

Tetapi saya tetap mengingatkan bahwa mempertahankan juara umum jauh lebih berat daripada meraihnya," katanya.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta mempersiapkan diri secara maksimal untuk memberikan penampilan terbaik selama perlombaan berlangsung.

Indra juga berpesan kepada pimpinan kafilah, para ofisial, maupun peserta agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta mengiringinya dengan niat ibadah semata-mata karena Allah SWT.

"Saya mengajak seluruh komponen masyarakat Kota Gorontalo untuk bersama-sama mendoakan agar para qari, qariah, hafiz, dan hafizah dapat tampil maksimal, mampu bersaing dengan daerah lain, mengukir prestasi yang lebih baik, dan Insya Allah kembali meraih juara umum pada MTQ tingkat Provinsi Gorontalo," tandasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.