TRIBUNWOW.COM – Ronald Koeman resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Belanda setelah mereka terhenti di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Keputusan tersebut diumumkan Ronald Koeman pada Selasa (30/6/2026), tidak lama setelah Belanda kalah adu penalti melawan Maroko usai bermain imbang 1-1.
Kabar pengunduran diri itu juga dikonfirmasi pakar transfer Fabrizio Romano melalui akun X miliknya.
Baca juga: Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman, Posisi Julian Nagelsmann Terancam setelah Pildun 2026
Menurut laporan ESPN, Koeman memutuskan tidak melanjutkan kontraknya yang memang berakhir seusai Piala Dunia 2026.
"Saya telah membuat keputusan untuk mengakhiri masa jabatan saya sebagai pelatih kepala tim nasional Belanda," tulis Koeman melalui akun Instagram pribadinya.
"Kita semua memimpikan Piala Dunia di mana kita akan membuat sejarah. Itu tidak terjadi. Tidak ada yang lebih kecewa daripada saya.
Sebagai pelatih kepala, Anda memikul tanggung jawab itu," lanjutnya.
Koeman juga mengungkapkan alasan pribadi di balik keputusannya meninggalkan kursi pelatih Oranje.
Ia mengaku ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya, terutama sang istri, Bartina Koeman, yang diketahui tengah berjuang melawan kanker payudara.
BBC Sport pada Selasa (30/6/2026) melaporkan bahwa Koeman bahkan mengisyaratkan kemungkinan mengakhiri karier kepelatihannya secara keseluruhan.
Periode kedua Koeman bersama Timnas Belanda dinilai tidak semulus masa jabatan pertamanya.
Setelah kembali menangani Timnas Belanda pasca-kepergian Louis van Gaal seusai Piala Dunia 2022, Koeman memang sempat membawa Belanda mencapai semifinal Euro 2024.
Namun, penampilannya di Piala Dunia 2026 menuai kritik karena dinilai terlalu defensif.
Baca juga: BREAKING NEWS: AS Rugi Besar setelah Pencetak 3 Golnya Diusir Wasit karena Injak Kaki Pemain Bosnia
Analis sepak bola Belanda Arthur Renard juga menyebut bahwa Koeman gagal meyakinkan publik selama periode keduanya.
Menurutnya, perubahan formasi menjadi lima bek saat menghadapi Maroko pada Selasa (30/6/2026) justru memberi ruang bagi lawan untuk mengendalikan permainan.
Tersingkirnya Belanda juga diwarnai insiden pelecehan rasial terhadap Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville yang gagal dalam penalti.
Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB) mengecam keras tindakan tersebut dan menyatakan akan menempuh jalur hukum terhadap pelaku.
"Sepak bola menyatukan jutaan orang dari berbagai latar belakang, sedangkan diskriminasi justru melakukan hal sebaliknya.
Itu bertentangan dengan seluruh nilai yang dijunjung sepak bola," tegas KNVB.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Meyra)