Bawang Merah di Pasar Induk Metro Turun Jadi Rp45 Ribu per Kg
taryono July 02, 2026 03:19 PM

Tribunlampung.co.id, Kota Metro - Harga bawang merah lokal di Pasar Induk Kota Metro, Lampung, tercatat mengalami penyesuaian turun dari sekitar Rp55.000 menjadi Rp45.000 per kilogram seiring meningkatnya suplai di tingkat pedagang. 

Baca juga: Kronologi Tabrakan Beruntun di Boyolali: Avanza Ditabrak Bertubi-tubi, Sopir Tewas

Sementara itu, bawang putih masih cenderung stabil dan bertahan di kisaran Rp40.000 per kilogram tanpa menunjukkan perubahan harga yang berarti dalam beberapa hari terakhir.

Pergerakan harga juga terlihat pada komoditas cabai yang mengalami pelemahan cukup signifikan dalam sepekan terakhir. 

Cabai merah biasa yang sebelumnya berada di rentang Rp50.000–Rp60.000 per kilogram kini turun ke level Rp35.000–Rp40.000 per kilogram, mengikuti kondisi pasar yang lebih longgar.

Tekanan serupa terjadi pada cabai rawit merah atau caplak. Komoditas ini yang sebelumnya sempat berada di kisaran Rp70.000–Rp80.000 per kilogram kini terkoreksi ke posisi Rp45.000–Rp50.000 per kilogram. 

Penurunan tersebut disebut dipicu melimpahnya pasokan dari petani yang tidak diimbangi dengan tingkat pembelian.

Udin, pedagang bumbu dapur di Pasar Induk Kota Metro, menyebut pelemahan harga sudah berlangsung beberapa hari terakhir dan beriringan dengan menurunnya aktivitas transaksi di pasar. Ia menilai kondisi ini terjadi karena pembelian dari konsumen besar ikut melemah.

“Penjualan memang sepi beberapa hari ini. Harga cabai turun semua. Barang dari petani masuk terus, tapi pembeli besar tidak ada seperti biasanya,” ujar Udin.

Menurutnya, suplai dari petani masih lancar tanpa hambatan berarti, namun perputaran barang di tingkat pedagang menjadi lebih lambat karena rendahnya serapan pasar. Situasi tersebut membuat stok cenderung menumpuk lebih lama dari biasanya.

“Stok dari petani lancar, tidak ada masalah. Yang jadi persoalan itu barang banyak, tapi yang ambil berkurang,” katanya.

Di sisi lain, Mbah Kos, pedagang ayam potong di lokasi yang sama, menilai pelemahan harga tidak hanya terjadi pada cabai dan bawang, tetapi juga merembet ke sejumlah komoditas pangan lain. Ia menyebut pasar saat ini berada dalam kondisi lebih sepi dibanding pekan sebelumnya.

Ia menambahkan, pedagang perlu lebih berhati-hati dalam mengatur perputaran barang agar tidak terjadi penumpukan di lapak akibat lambatnya penjualan.

“Sekarang semua agak turun, bukan cuma cabai saja. Kami ikut menyesuaikan saja supaya barang tetap jalan,” ujar Mbah Kos.

Hingga kini, aktivitas perdagangan di Pasar Induk Kota Metro masih terpantau melandai, terutama pada kelompok komoditas hortikultura yang paling terdampak oleh melemahnya permintaan.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.