Jalan Rusak Arah Pondok Gontor Segera Diperbaiki, DPUPKP Ponorogo Kebut Pengerjaan Pakai Dana Rp1 M
Sudarma Adi July 02, 2026 03:35 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO — Gelombang protes unik yang dilancarkan oleh warga Desa Demangan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, terkait kerusakan infrastruktur jalan terbukti ampuh memantik respons cepat dari otoritas pemerintahan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo memastikan telah menyiapkan dana segar senilai Rp1 miliar guna memuluskan kembali aspal yang bolong-bolong tersebut.

Alokasi dana taktis yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini dialokasikan khusus untuk peningkatan Jalan Margo Utomo, atau yang dikenal sebagai jalur penghubung strategis ruas Jabung-Ngabar.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo, Shintawati, membenarkan paket pengerjaan fisik untuk jalan di sisi selatan Bumi Reog tersebut sudah masuk ke dalam sistem penganggaran daerah dan siap dilelang.

Baca juga: SPMB 2026 di Ponorogo, Dindik Lakukan Monev di Sejumlah SMPN, Pastikan Bebas Gratifikasi

“Iya, sudah resmi dialokasikan anggaran senilai Rp1 miliar untuk perbaikan jalan yang kemarin sempat dicoret-coret dan dikritik oleh warga. Saat ini tim kami masih menggeber tahap perencanaan teknis, jadi dipastikan akan segera dikerjakan dalam waktu dekat,” ujar Shinta saat ditemui di Kantor Bidang Bina Marga DPUPKP Ponorogo, Kamis (2/7/2026).

Efek Kritik Kreatif "Pajek Mundak Dalan Rusak"

Sebelumnya, warga Desa Demangan meluapkan kekesalan mereka akibat jalan hancur yang dibiarkan bertahun-tahun tanpa sentuhan perbaikan. Melalui aksi gotong royong, warga menandai lubang-lubang jalan yang menganga menggunakan cat semprot putih dan menuliskan berbagai kalimat sindiran tajam.

Berdasarkan pantauan, total kerusakan jalan di kawasan tersebut mencapai panjang sekitar 2 kilometer. Namun, warga fokus memberikan coretan bernada protes di titik paling parah sepanjang 500 meter, dengan tulisan mencolok berbunyi "Pajek Mundak Dalan Rusak" (Pajak naik, jalan rusak).

Ketua RT setempat, Agus Triyono, membeberkan aksi menyemprot aspal tersebut merupakan inisiatif murni dari masyarakat akar rumput sebagai media menyuarakan jeritan hati kecil mereka yang setiap hari harus bertaruh nyawa melintasi jalan rusak.

Terlebih, jalur Margo Utomo merupakan urat nadi yang sangat vital karena menjadi akses utama bagi ribuan santri dan wali santri menuju Pondok Modern Darussalam Gontor, sekaligus rute pergerakan ekonomi kendaraan bertonase besar dari arah Kecamatan Mlarak.

Fluktuasi Harga Aspal Paksa Skala Prioritas

Kendati kucuran dana Rp1 miliar telah disetujui, pihak DPUPKP Ponorogo secara jujur mengaku tidak bisa menjamin seluruh bentang jalan sepanjang 2 kilometer itu akan langsung mulus seutuhnya.

Shinta menjabarkan, kalkulasi harga material aspal hotmiks di pasaran saat ini sedang melambung tinggi.

Akibatnya, anggaran satu miliar rupiah tersebut harus dikelola secara ekstra ketat oleh tim arsitek jalan raya DPUPKP agar target fungsionalnya tetap tercapai.

“Kami harus realistis melihat kondisi keterbatasan anggaran daerah yang berbenturan dengan mahalnya harga komoditas aspal saat ini. Tim teknis sedang menyusun perencanaan ulang di lapangan. Yang jelas, dengan pagu anggaran yang ada ini, kami akan memaksimalkan penanganan panjang jalannya secara selektif dengan memprioritaskan titik-titik kerusakan yang paling parah demi keselamatan pengendara,” pungkas Shinta tegas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.