JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN DARI PIALA DUNIA
Lionel Messi vs Cristiano Ronaldo: Rivalitas ‘yang tak dibangun dengan kata-kata’ saat legenda Jerman Oliver Kahn mengakui pertarungan GOAT sulit terulang
Mantan penjaga gawang tim nasional Jerman, Oliver Kahn, memberikan penghormatan tinggi terhadap rivalitas bersejarah antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Ikon Bayern Munchen tersebut meyakini bahwa kedua superstar ini telah menciptakan standar konsistensi yang luar biasa, yang mungkin tidak akan pernah disaksikan lagi oleh dunia sepak bola, ketika keduanya terus melanjutkan persaingan legendaris mereka di Piala Dunia.
Era keemasan yang tak tertandingi
Perdebatan tentang siapa yang lebih unggul antara Messi dan Ronaldo telah mendominasi wacana sepak bola selama hampir dua dekade terakhir. Sementara para penggemar dan pengamat kerap terlibat dalam perdebatan sengit, Kahn berpendapat bahwa kehebatan keduanya berakar pada semangat kompetitif yang senyap, bukan pada pernyataan publik atau perang kata-kata.
Kahn mengatakan kepada Zee5: "Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi telah saling mendorong satu sama lain selama hampir dua dekade, dan sungguh luar biasa melihat level permainan yang masih mereka tampilkan hingga kini. Rivalitas mereka tidak pernah dibangun dengan kata-kata; itu dibangun dari performa. Setiap musim, mereka saling mendorong untuk menjadi lebih baik lagi. Sepak bola mungkin tidak akan pernah menyaksikan lagi rivalitas dengan tingkat konsistensi dan keunggulan seperti itu."
Permainan angka yang luar biasa
Perbandingan statistik antara dua ikon ini memperkuat status mereka sebagai dua pemain terbesar sepanjang masa. Messi dan Ronaldo menjadi rival langsung selama sembilan tahun yang intens, dengan pemain asal Argentina itu memimpin Barcelona menuju kejayaan, sementara bintang asal Portugal menikmati masa keemasan di Real Madrid, di mana ia memenangkan dua gelar La Liga dan empat trofi Liga Champions.
Messi, yang meraih 10 gelar La Liga dan empat trofi Liga Champions selama karier panjangnya di Barcelona, juga memiliki delapan penghargaan Ballon d'Or, sementara Ronaldo telah mengoleksi lima.
Dari sisi individu, ambisi mereka untuk terus mencetak gol tidak pernah surut. Ronaldo telah mengoleksi 975 gol sepanjang karier gemilangnya dan bertekad mencapai tonggak bersejarah 1.000 gol. Sementara itu, Messi telah mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 19 gol.
Mengejar mimpi tertinggi
Kedua superstar tersebut kini berfokus penuh pada turnamen saat ini, di mana mereka hanya bisa bertemu jika negara mereka sama-sama mencapai final. Pada babak 32 besar, Portugal akan berhadapan dengan Kroasia, sedangkan Argentina akan melawan Tanjung Verde. Messi saat ini menjadi pencetak gol terbanyak turnamen setelah mencetak enam gol di fase grup, sementara Ronaldo baru mencetak dua gol sejauh ini.
Messi, yang mengangkat trofi pada tahun 2022, tengah memburu gelar Piala Dunia keduanya secara beruntun. Sebaliknya, Ronaldo telah memenangkan semua trofi besar dalam sepak bola kecuali Piala Dunia, dan sangat berhasrat untuk meraih satu-satunya trofi yang belum pernah ia miliki dalam karier legendarisnya.
Apa yang menanti di babak gugur?
Ketika fase gugur dimulai, kekuatan tradisional seperti Inggris, Prancis, dan Spanyol akan menjadi tantangan berat bagi raksasa Amerika Selatan. Para penggemar sepak bola di seluruh dunia menantikan apakah Messi dapat memperpanjang rekor gol bersejarahnya, atau apakah Ronaldo akhirnya mampu meraih gelar impiannya — yang mungkin menghadirkan final penuh makna untuk menutup rivalitas abadi mereka dengan cara paling dramatis.