TRIBUNNEWS.COM – Piala Dunia 2026 kembali menunjukkan kerasnya persaingan di level tertinggi sepak bola. Meski babak 32 besar belum berakhir pada Kamis (2/7), sudah enam pelatih tim nasional kehilangan jabatannya, baik karena dipecat maupun memilih mengundurkan diri setelah gagal memenuhi target di turnamen.
Nama-nama yang mengakhiri masa baktinya adalah Ronald Koeman (Belanda), Hong Myung-bo (Korea Selatan), Steve Clarke (Skotlandia), Miroslav Koubek (Republik Ceko), Sabri Lamouchi (Tunisia), dan Sebastian Beccacece (Ekuador).
Dari keenam pelatih tersebut, Sabri Lamouchi menjadi yang paling mengejutkan karena dipecat saat matchday pertama fase grup Piala Dunia 2026.
Menurut salah satu Analis Bola, Hamid Anwar pemecatan mendadak Sabri Lamouchi menjadi salah satu kegagalan sebuah tim nasional.
"Tunisia masalahnya mengganti pelatih di tengah kompetisi berjalan. Itu jadi salah satu kunci kegagalan penggantian Lamouchi," kata Hamid dalam podcast Super Taktik Tribunnews yang berjudul Babak Baru Piala Dunia 2026: Eropa Saling Jegal, Argentina Mulus?, di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Beragam alasan melatarbelakangi perpisahan tersebut, mulai dari tersingkir melalui adu penalti, gagal lolos dari fase grup, hingga kekalahan telak yang memicu keputusan cepat dari federasi masing-masing.
Piala Dunia memang kerap menjadi tolok ukur keberhasilan seorang pelatih.
Persiapan selama bertahun-tahun bisa berakhir hanya dalam satu pertandingan, sehingga konsekuensi yang diterima pun tidak jarang berupa pemecatan atau pengunduran diri.
Baca juga: Prediksi Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: La Nati Incar Rekor Lolos 16 Besar 4 Edisi Beruntun
Berikut daftar enam pelatih sementara yang sudah dipecat atau mengundurkan diri di Piala Dunia 2026:
1. Ronald Koeman (2023-2026)
Ronald Koeman mengundurkan diri usai Belanda disingkirkan Maroko
Mantan pelatih Barcelona itu menjadi salah satu pelatih yang mengakhiri masa jabatannya setelah Belanda gagal melangkah lebih jauh.
Oranje tersingkir di babak 32 besar usai kalah adu penalti dari Maroko setelah bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.
Padahal Belanda sempat unggul sebelum kebobolan di penghujung laga.
Tak lama setelah kekalahan tersebut, Koeman memutuskan mundur dari kursi pelatih, mengakhiri periode kepemimpinannya sejak 2023.
2. Hong Myung-bo (2024-2026)
Korea Selatan berhasil menembus fase gugur, tetapi langkah mereka terhenti setelah dikalahkan Brasil di babak 32 besar.
Usai pertandingan tersebut, Hong Myung-bo memilih mengakhiri masa baktinya yang berlangsung selama dua tahun.
Meski berhasil membawa Taegeuk Warriors kembali bersaing di Piala Dunia, ia menilai proyek yang dijalankannya telah mencapai titik akhir.
3. Steve Clarke (2019-2026)
Steve Clarke juga memilih mengundurkan diri setelah Skotlandia gagal lolos dari fase grup.
Keputusan tersebut cukup mengejutkan karena sebelumnya ia baru memperpanjang kontraknya hingga siklus Piala Dunia berikutnya.
Namun kegagalan di Piala Dunia 2026 membuat Clarke mengakhiri salah satu periode kepelatihan terpanjang dan paling berpengaruh dalam sejarah tim nasional Skotlandia.
4. Miroslav Koubek (2025-2026)
Republik Ceko menjadi juru kunci Grup A tanpa meraih satu kemenangan.
Hasil mengecewakan itu membuat Miroslav Koubek mengundurkan diri setelah hanya sekitar tujuh bulan menangani tim nasional.
Sebelumnya, pelatih berusia 74 tahun itu sukses membawa Republik Ceko kembali ke putaran final Piala Dunia setelah penantian selama dua dekade melalui jalur playoff.
Presiden Federasi Sepak Bola Republik Ceko, David Trunda, menerima pengunduran diri tersebut dan mengucapkan terima kasih atas jasa Koubek membawa negaranya kembali tampil di Piala Dunia.
5. Sabri Lamouchi (Januari 2026-Juni 2026)
Sabri Lamouchi menjadi pelatih pertama yang kehilangan pekerjaan di Piala Dunia 2026.
Ia dipecat Federasi Sepak Bola Tunisia sehari setelah timnya dihajar Swedia 1-5 pada laga pembuka fase grup.
Lamouchi sebenarnya baru ditunjuk pada Januari 2026 dengan kontrak hingga 2028. Namun, ia hanya bertahan lima pertandingan sebelum akhirnya diberhentikan.
Posisinya kemudian digantikan Herve Renard, meski Tunisia tetap gagal lolos ke fase gugur.
6. Sebastian Beccacece (2024-2026)
Sebastian Beccacece juga mengakhiri kiprahnya bersama Ekuador setelah La Tri tersingkir di babak 32 besar.
Kontraknya memang berakhir bersamaan dengan berakhirnya perjalanan Ekuador di Piala Dunia 2026.
Usai kalah 0-2 dari Meksiko, Beccacece mengumumkan keputusannya untuk berpisah dengan tim nasional.
"Kontrak kami berakhir bersamaan dengan Piala Dunia. Saya rasa kami tidak mampu mencapai target yang kami janjikan, yaitu menjadikan ini Piala Dunia terbaik bagi Ekuador. Hari ini giliran saya mengucapkan selamat tinggal," ujar Beccacece, dikutip dari Goal International.
Piala Dunia tetap menjadi ujian paling berat bagi pelatih
Berbeda dengan sepak bola klub yang memberikan waktu panjang untuk membangun tim, pelatih tim nasional hanya memiliki waktu singkat untuk menyusun taktik, membangun kekompakan, sekaligus menghadapi tekanan publik yang sangat besar.
Tak mengherankan apabila kegagalan di turnamen ini sering berujung pada pergantian pelatih.
Enam nama yang telah meninggalkan jabatannya di Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa hasil di lapangan masih menjadi penentu utama nasib seorang pelatih, terlepas dari panjangnya proses yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun.
(Tribunnews.com/Ali)