Kylian Mbappe secara resmi melampaui legenda Brasil, Ronaldo, dalam sejarah Piala Dunia setelah tampil gemilang saat Prancis menghancurkan Swedia dengan skor 3-0. Bintang Real Madrid itu mencetak dua gol dan memastikan Les Bleus melaju ke babak 16 besar dengan cara yang meyakinkan.
Mbappe lampaui legenda-legenda Brasil
Momen pemecahan rekor terjadi pada menit ke-45. Setelah melakukan umpan satu-dua cepat dengan Ousmane Dembele, Mbappe melewati Viktor Gyokeres dari Swedia sebelum menembakkan bola melewati kiper Jacob Widell Zetterstrom. Gol tersebut menjadi gol kesembilan Mbappe di fase gugur Piala Dunia, memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang bersama oleh dua ikon Brasil, Leonidas dan Ronaldo.
"Saya sangat sadar siapa diri saya, bagaimana saya bermain, dan apa yang harus saya lakukan, tetapi ini bukan hanya tentang saya," ujar Mbappe. "Seluruh tim tahu apa yang harus dilakukan. Ini adalah kompetisi baru yang dimulai hari ini. Kami bermain baik, tetapi masih agak malu-malu. Kami bisa tampil lebih baik di awal pertandingan."
Mengejar Lionel Messi untuk Sepatu Emas
Mbappe belum selesai dengan sore bersejarahnya itu. Setelah Bradley Barcola menggandakan keunggulan Prancis di awal babak kedua, Mbappe menambah gol ketiga pada menit ke-74. Menerima umpan terukur dari Michael Olise, sang penyerang menuntaskan peluang dengan sempurna ke pojok jauh gawang, memastikan kemenangan tanpa keraguan.
Gol tersebut adalah yang keenam bagi Mbappe di turnamen Piala Dunia 2026, membuatnya sejajar dengan legenda Argentina, Lionel Messi, dalam perburuan Sepatu Emas. Lebih penting lagi, Mbappe kini telah mencetak total 18 gol di Piala Dunia, hanya terpaut satu gol dari rekor sepanjang masa milik Messi yang berjumlah 19 gol.
Persembahan emosional untuk Didier Deschamps
Segera setelah mencatatkan sejarah, Mbappe berlari ke tepi lapangan untuk merayakan bersama pelatih kepala Didier Deschamps. Momen tersebut terasa sangat mengharukan bagi skuad Prancis, mengingat Deschamps baru kembali mendampingi tim setelah absen di laga terakhir fase grup melawan Norwegia karena menghadiri pemakaman ibunya.
Gestur sang kapten menegaskan kebersamaan skuad dalam menghadapi fase krusial turnamen. Mbappe memberikan dukungannya kepada sang pelatih dengan mengatakan: "Dia tahu bahwa dia tidak akan pernah sendirian bersama kami, dan kami akan selalu mendukungnya." Deschamps pun menanggapi penghormatan dari para pemain dengan berkata, "Kami sedang dalam sebuah misi – begitu juga saya bersama mereka."
Laga berikutnya: Prancis vs Paraguay
Kemenangan atas Swedia ini menjadi kemenangan terbesar Prancis di fase gugur sejak final 1998 ketika mereka menaklukkan Brasil. Selanjutnya, Prancis akan menghadapi Paraguay di babak 16 besar yang akan digelar di Philadelphia pada 4 Juli. Dengan Mbappe dalam performa pemecah rekor dan para pemain pendukung yang juga tampil gemilang, Les Bleus tampak menjadi tim yang paling dijagokan saat turnamen Piala Dunia di Amerika Utara memasuki fase penentuan.