TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Perwakilan Perum Bulog selaku distributor bantuan pangan Kementerian Sosial (Kemensos) berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter, angkat bicara adanya keluhan masyarakat Jepara atas kondisi minyak goreng yang dinilai tidak layak pakai.
Minyak goreng bantuan tersebut dikeluhkan lantaran memunculkan bau seperti solar ketika bungkus kemasan dibuka.
Tak hanya itu, kondisi minyak goreng ketika dipakai tidak menjadikan hasil gorengan sesuai yang diharapkan, justru rasa makanan menjadi tidak enak dan masih ada bau solar.
Baca juga: Temuan di Jepara, Minyak Goreng MinyaKita Bau Solar dan Tak Layak Digunakan
Masyarakat pun berbondong-bondong mengembalikan minyak goreng yang diterima dari program bantuan pangan.
Baik yang sudah menggunakan, maupun yang belum menggunakan lantaran khawatir bisa mengganggu kesehatan jika dipaksa digunakan.
Pemimpin Cabang Bulog Pati, Ashville Nusa Panata mengatakan, pihaknya memfasilitasi proses penarikan dan penukaran oleh produsen Minyakita PT Kusuma Mukti Remaja (KMR), Karanganyar.
Dengan harapan agar bantuan pangan tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dengan kondisi yang layak untuk digunakan.
Sebelumnya, PT KMR dalam keterangan tertulisnya sudah melakukan langkah-langlah dalam penanganan kejadian minyak goreng tak layak pakai di Kecamatan Pakis Aji, Jepara.
Yaitu dengan melakukan penarikan secara bertahap melibatkan pihak desa, kecamatan, dan pihak-pihak terkait.
Penarikan dilakukan agar tidak menimbulkan risiko terhadap keselamatan konsumen. Di mana seluruh produk yang terindikasi bermasalah dilakukan penarikan dari peredaran secara bertahap, sembari menunggu hasil analisa lebih lanjut mengenai penyebab munculnya keluhan dari masyarakat.
Selain itu, tim PT KMR juga melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap produk yang telah didistribusikan. Setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti dan mendapatkan perhatian serius tanpa terkecuali.
PT KMR memastikan akan bertanggung jawab penuh dalam proses pengembalian dari masyarakat.
Hanya saja, proses penggantian membutuhkan waktu untuk inventarisasi jumlah produk yang terindikasi bermasalah oleh pihak desa dan pihak. Sehingga proses pengiriman dan penggantian bisa segera dilaksanakan.
Sebelumnya, 1.769 kemasan minyak 2 literan dikembalikan oleh masyarakat Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara.
Sekretaris Desa Plajan, Sholikhin mengatakan, awal mula pengembalian minyak goreng bantuan pangan didasarkan pada keluhan warga yang menyebut minyak goreng mengandung bau solar. Kondisi tersebut diperkuat dengan laporan hasil temuan yang menyebutkan bahwa hasil gorengan menggunakan minyak goreng bantuan justru menghasilkan rasa tidak enak.
Pihaknya pun memberikan fasilitasi bagi masyarakat Desa Plajan yang menerima bantuan pangan itu untuk mengembalikan minyak goreng mulai dari, Senin (29/6/2026) hingga Rabu (1/7/2026) guna dilakukan pendataan.
Hasil pendataan ada 1.769 kemasan minyak goreng yang dikembalikan ke kantor Balai Desa Plajan.
Pihak desa meneruskan pendataan tersebut ke pihak kecamatan, berkoordinasi dengan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK).
Berharap segera diteruskan ke pihak Perum Bulog selaku mitra penyalur bantuan agar diterukan ke penyedia jasa minyak goreng program bantuan pangan.
Sebanyak 1.502 keluarga di Desa Plajan mendapatkan bantuan pangan yang disalurkan pada 19 dan 20 Juni 2026.
Masing-masing penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Khusus di Desa Plajan, total minyak goreng yang disalurkan program bantuan pangan mencapai 3.004 kemasan.
Setiap kemasannya berukuran dua liter.
Baca juga: Pedagang Sembako di Purwokerto Heran Minyak Bersubsidi Langka Usai Harga Minyak Goreng Mahal
Dari jumlah bantuan yang disalurkan, 1.769 kemasan minyak goreng dikembalikan ke Kantor Balai Desa Plajan.
Masyarakat setempat mengeluhkan kondisi bau dan rasa minyak goreng disebut tidak wajar.
Di antaranya bau solar yang menyengat, makanan hasil gorengan tidak enak, juga warna minyak goreng cenderung keruh.
"Kami sudah fasilitasi pengembalian barang, sudah kami inventarisir dan kami setorkan ke kecamatan untuk diteruskan ke pihak penyalur dan distributor. Saat ini barang minyak goreng pengembalian masih di kantor balai desa, nanti akan diangkut beserta penggantian barang," tuturnya. (Sam)