BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sebanyak 12 tim ikut ambil bagian dalam lomba permainan tradisional bagasing di Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, Kamis (2/7/2026).
Menurut Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya menjelaskan menjaga budaya lokal agar tidak tergerus zaman.
Karena itu Museum Lambung Mangkurat di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Lomba Permainan Tradisional Bagasing dengan tema “Adu Pukul”.
"Lomba ini bentuk komitmen museum dalam mengangkat kembali nilai-nilai budaya daerah melalui permainan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kami kembali melaksanakan lomba bagasing sebagai agenda tahunan. Kami berharap kegiatan ini dapat mengangkat kembali nilai-nilai kebudayaan di Provinsi Kalimantan Selatan serta menjadi sarana mempererat silaturahmi antar komunitas bagasing,” urai Ady.
Masih Ady menjelaskan, Museum Lambung Mangkurat ingin permainan bagasing dapat dimainkan oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya kalangan senior.
Baca juga: Kebakaran Lahan di Desa Badaun HSS, Petugas Manfaatkan Aliran Sungai untuk Melakukan Pemadaman
Karena itu, pada penyelenggaraan berikutnya museum berencana menghadirkan kategori khusus anak-anak sebagai upaya regenerasi pelaku permainan tradisional.
“Kami berharap bagasing dapat dimainkan oleh semua kalangan. Ke depan kami akan mengagendakan perlombaan khusus untuk kategori anak-anak agar mereka semakin mengenal dan mencintai permainan tradisional ini,” katanya.
Selain pertandingan, kegiatan juga diisi seminar singkat mengenai sejarah dan perkembangan permainan bagasing di Kalimantan Selatan yang disampaikan oleh Maestro Bagasing asal Kabupaten Tapin.
Melalui penyelenggaraan lomba ini, sambung Ady, Museum Lambung Mangkurat berharap bagasing semakin dikenal oleh generasi muda yang kini lebih akrab dengan permainan berbasis teknologi.
“Harapan kami, bagasing dapat dikenal kembali oleh anak-anak kita. Saat ini mereka lebih banyak mengenal permainan berbasis teknologi, sehingga permainan tradisional seperti bagasing perlu terus diperkenalkan dan dilestarikan,” harapnya.
Dilihat dari jumlah peserta, lomba bagasing tahun ini cukup tinggi. Kondisi ini diharapkan menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan salah satu warisan budaya Kalimantan Selatan agar tetap lestari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Diketahui, lomba tahun 2026 ini diikuti sebanyak 12 tim dari enam kabupaten/kota, yakni Kabupaten Barito Kuala (lima tim), Kota Banjarmasin (satu tim), Kabupaten Banjar (satu tim), Kabupaten Tapin (tiga tim), Kabupaten Balangan (satu tim), dan Kabupaten Tabalong (satu tim). Seluruh peserta bertanding pada kategori umum yang mempertemukan peserta anak-anak hingga dewasa.
Salah satu peserta, Zaki berharap bisa mendapat hadiah nantinya. "Namunbyang penting dilaturahminya dulu kita," kata Zaki. (banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)