Isi Surat Dokter Icha Diungkap Keluarga, Singgung Trauma dan Dugaan Intimidasi Anggota DPRD
Tommy Kurniawan July 02, 2026 07:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM – Keluarga dokter Icha, dokter jaga di RSU Leona Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkap isi pesan terakhir yang ditinggalkan almarhumah sebelum meninggal dunia.

Melalui pamannya, Fabianus Banase, keluarga menyebut almarhumah masih menyimpan trauma setelah peristiwa yang diduga melibatkan tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Menurut Fabianus, dalam surat tersebut dokter Icha menuliskan bahwa dirinya memaafkan ketiga anggota DPRD yang disebut dalam peristiwa itu. Namun, ia tetap berharap proses hukum terhadap dugaan tindak pidana yang dinilai terjadi dapat berjalan sesuai ketentuan.

"Dia mengampuni tiga anggota dewan ini, tetapi tidak dengan proses dugaan tindak pidana yang mereka lakukan," ujar Fabianus, Rabu (1/7/2026).

Fabianus juga mengatakan keponakannya berharap pengalaman yang dialaminya menjadi pelajaran agar tidak ada lagi tenaga kesehatan yang mengalami peristiwa serupa.

Baca juga: Siapa Istri Muda Bupati Kuansing, Pernah Dilabrak Istri Sah, Kini Pakai Mobil Hasil KIorupsi

Baca juga: Rizky Nazar Ungkap Tantangan Jadi Polisi di Sebening Cinta, Zoe Jackson Beberkan Emosi yang Dipendam

Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Keluarga menduga tekanan psikologis yang dialami dokter Icha berkaitan dengan insiden saat menangani pasien korban gigitan ular berbisa di IGD RSU Leona.

Melalui tim kuasa hukum, keluarga memastikan akan melaporkan dugaan intimidasi tersebut ke Polda NTT pada Jumat (3/7/2026).

Menurut keluarga, langkah hukum dipilih karena mereka menilai persoalan tersebut tidak hanya menyangkut dugaan pelanggaran etik, tetapi juga memiliki aspek pidana yang perlu didalami aparat penegak hukum.

Anggota DPRD Bantah Melakukan Intimidasi

Sementara itu, tiga anggota DPRD TTU yang disebut dalam kasus ini, yakni Veronika Lake, Therensius Lazakar, dan Norbertus Tubani, telah membantah tuduhan melakukan intimidasi terhadap dokter Icha.

Therensius Lazakar menjelaskan suasana di IGD saat itu dipenuhi kepanikan karena kondisi pasien yang merupakan anggota keluarganya.

Ia mengakui nada bicaranya sempat meninggi, tetapi membantah memiliki niat mengintimidasi tenaga medis.

"Kami akui dalam situasi itu nada bicara memang sempat meninggi karena panik melihat kondisi pasien. Tetapi tidak ada niat untuk mengintimidasi dokter ataupun tenaga kesehatan," ujarnya.

Norbertus Tubani juga menyampaikan bahwa pihak keluarga pasien telah meminta maaf kepada direksi rumah sakit, dokter Icha, dan tenaga kesehatan setelah memperoleh penjelasan mengenai kondisi pasien.

Veronika Lake Dinonaktifkan dari Partai

Di sisi lain, Veronika Lake dikabarkan telah dinonaktifkan oleh PDI Perjuangan dari keanggotaan partai menyusul mencuatnya polemik tersebut.

Kasus ini masih menjadi perhatian publik. Dugaan intimidasi yang disampaikan keluarga maupun bantahan dari para anggota DPRD akan menjadi bagian dari proses hukum yang sedang berjalan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.