Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Polemik tarif parkir progresif di kawasan Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di depan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Soelastri, Kota Solo, Jawa Tengah, terus menjadi sorotan.
Juru parkir (jukir) di lokasi berharap pihak rumah sakit dapat memberikan solusi karena sebagian besar kendaraan yang parkir berjam-jam disebut merupakan milik dokter muda atau koas.
Jukir bernama Joko mengaku tidak bermaksud memicu polemik saat menerapkan tarif parkir progresif. Ia mengaku langkah tersebut dilakukan karena kondisi di lapangan membuat lahan parkir yang tersedia sulit berputar.
Ia pun berharap pihak pengelola rumah sakit dapat menyediakan solusi, terutama dengan menyiapkan area parkir khusus bagi dokter muda agar kendaraan tidak memenuhi parkir di tepi jalan.
"Ya sebenarnya saya juga enggak tega menarik tarif lebih dari ketentuan. Tapi kalau misalnya ada kebijaksanaan dari pihak rumah sakit menyediakan lahan parkir untuk adik-adik koas mungkin juga tidak seperti ini. Soalnya saya sendiri sering hanya dapat belasan ribu per hari. Kadang juga ada yang enggak bayar karena parkir dari siang sampai malam. Terus saya pulang karena shift sudah selesai," kata Joko, saat ditemui di lokasi, Kamis (2/7/2026).
Joko mengatakan area parkir tersebut hanya mampu menampung enam mobil. Namun, sebagian kendaraan kerap terparkir sejak pagi hingga sore hari.
Sambil menunjuk sejumlah mobil yang masih berada di lokasi pada sore hari, Joko menyebut sebagian besar kendaraan tersebut milik dokter muda yang bertugas di RSGM Soelastri.
"Yang itu dari jam 10 pagi, itu juga sama dari jam 10 pagi. Ini sudah jam setengah empat (15.30 WIB)," ungkap Joko.
Menurutnya, meski ada kendaraan milik masyarakat umum, sebagian besar pengguna parkir di lokasi tersebut merupakan pasien rumah sakit dan dokter muda yang menjalani pendidikan profesi.
Baca juga: Viral Pengguna Mobil Keluhkan Tarif Progresif, Yuk Simak Daftar Zona dan Tarif Parkir di Kota Solo
Joko mengaku tidak sedikit pengguna parkir yang justru memberikan uang parkir lebih besar dari tarif yang berlaku sebagai bentuk apresiasi.
"Ada kok pasien juga yang ngasih Rp50 ribu ke saya. Tapi memang kebanyakan yang parkir di sana bisa berjam-jam," lanjutnya.
Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui musyawarah tanpa merugikan pihak mana pun.
"Sebenarnya saya juga ingin ini dibicarakan baik-baik. Gimana solusinya, soalnya kalau setiap hari yang parkir hanya mobil itu-itu saja sementara saya juga harus mikir setoran ke pengelola juga," ujarnya.
Baca juga: Viral Keluhan Tarif Parkir Progresif di Solo dari Rp3.000 Jadi Rp10.000, Dishub Bongkar Penyebabnya
Joko menjelaskan, selain menjaga parkir di depan RSGM Soelastri, dirinya juga bertugas di area parkir seberang Neo Solo Grand Mall.
Menurutnya, kondisi di lokasi tersebut berbeda karena kendaraan umumnya tidak diparkir dalam waktu lama sehingga tidak pernah menimbulkan persoalan.
"Kalau yang di sini memang baru-baru ini ada masalah. Saya juga sering hanya dibayar Rp2.000 padahal tarifnya Zona C. Kalau yang di seberang mal itu enggak saya berlakukan seperti ini karena memang tidak pernah bermasalah, ya normalnya pengunjung enggak lama parkirnya," kata Joko.