Cak Imin Dorong Anak Muda Kembali ke Desa Bangun Sektor Pertanian
Muhammad Zulfikar July 02, 2026 08:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan masa depan ketahanan pangan Indonesia tidak hanya bergantung pada luas lahan pertanian, tetapi juga keterlibatan generasi muda dalam membangun sektor pertanian di desa.

Hal itu disampaikan Muhaimin saat membuka Seminar Nasional Desa Berdaya bertajuk Peran Milenial dalam Mendukung Kemandirian Pangan Lokal Berkelanjutan di Universitas Sebelas Maret, Kota Surakarta, Kamis (2/7/2026).

Baca juga: Mendiktisaintek: Kementan Cari Inovasi Kampus untuk Pertanian Modern

Menurut dia, inovasi yang lahir dari kalangan pemuda akan menjadi salah satu penentu keberhasilan Indonesia menghadapi tantangan ketahanan pangan di tengah dinamika global.

"Saya ingin menegaskan, masa depan ketahanan pangan kita tidak ditentukan oleh luas sawah semata, tetapi oleh seberapa banyak anak muda yang mau kembali membangun desa, membangun pertanian," ujar Cak Imin dalam keterangan yang diterima.

Dia pun mendorong mahasiswa memanfaatkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk berkontribusi meningkatkan adaptasi pangan lokal sekaligus menghadirkan berbagai inovasi di sektor pertanian.

Cak Imin mengatakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah membuka jalan melalui kebijakan hilirisasi pangan, digitalisasi distribusi pupuk, serta penguatan riset.

"Sehingga tugas kita selanjutnya adalah mengisinya dengan anak-anak muda yang berani berinovasi, untuk memastikan politik kebijakan ketahanan pangan dapat terimplementasi dengan baik," ucapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Haris, mengungkapkan jumlah petani milenial berusia 19-39 tahun baru mencapai sekitar 6,18 juta orang atau 21,93 persen dari total petani nasional. Di sisi lain, mayoritas petani Indonesia saat ini berusia di atas 55 tahun.

Menurut Haris, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi untuk melahirkan lebih banyak petani muda melalui pelaksanaan tri dharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga: Di Dekat Prabowo, Mentan Amran Pamerkan Rekor-Rekor Sektor Pertanian: Harga Pupuk Turun

Ia juga mengingatkan komitmen perguruan tinggi dalam Rapat Koordinasi Nasional di Surabaya untuk memberdayakan 40.000 desa perlu dibarengi dengan penguatan sektor pangan di desa-desa binaan.

"Ke depan, kami mendorong penerapan model kampus tani dan pusat inovasi desa untuk pengembangan sektor unggulan desa, mengingat masih terdapat kabupaten tertinggal serta desa-desa tertinggal yang menjadi prioritas penguatan pemberdayaan masyarakat," pungkas Haris.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian Universitas Sebelas Maret, Fitria Rahmawati, menyatakan kesiapan kampus untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat, termasuk melalui pengembangan ketahanan pangan berbasis desa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.