TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Momentum libur sekolah tahun ini membawa berkah tersendiri bagi para pedagang di Pasar Raya Padang. Penjualan seragam sekolah di pusat pasar tradisional tersebut dilaporkan mengalami lonjakan drastis hingga mencapai 40 persen dibandingkan pada hari-hari biasa.
Pasar yang berlokasi Kelurahan Kampung Jao, Kota Padang, mulai ramai dikunjung masyarakat jelang dimulainya tahun ajaran baru.
Berdasarkan pantauan TribunPadang.com di lapangan sejak pukul 14.13 WIB, banyak masyarakat yang menyerbu toko seragam sekolah.
Masyarakat yang datang rata-rata membawa keluarga, termasuk anaknya yang ingin masuk sekolah.
Salah seorang pedagang seragam sekolah, Jumadi saat ditemui di bangunan Fase 2, Los 1 Pasar Raya Padang, mengatakan pembeli mulai berdatangan dalam dua hari terakhir.
Baca juga: Heboh Tambang di Kasang, Ombudsman Dalami Dugaan Maladministrasi dan Panggil OPD Terkait
Ia mengaku peningkatan penjualan di bandingkan hari biasa sudah menyentuh angka 40 persen.
"Sudah ada peningkatan, sekitar 40 persen dari hari biasa," kata Jumadi sembari memanggil masyarakat untuk datang melihat seragan sekolah du tokonya.
Menurutnya, seragam untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA sama-sama diminati pembeli.
Di tokonya tersedia berbagai pilihan seragam, merah-putih, pramuka dan fasilitas penunjang lainnya.
"Alhamdulillah, dalam sehari mulai terjual dari tiga, empat hingga lima stel. Masing-masing tingkatan sama larisnya," pungkaanya.
Baca juga: Tuntut Transparansi Anggaran Sekolah, Massa GMM-SM Minta Gubernur Copot Kadisdik Sumbar
Jumadi mengatakan, peningkatan penjualan juga terlihat dari omzet harian yang diperoleh.
Ia mencatat, pada hari biasa, omzet penjualan hanya berkisar Rp1.000.000 hingga Rp1.500.000 per hari.
Sementara menjelang masuk sekolah, omzet meningkat mencapai sekitar Rp3.000.000 hingga Rp4.0000 per hari.
"Bedanya ada, hari biasa Rp1.000.000 sampai Rp1.500.000, sekarang omzet Rp3.000.000 sampai Rp4.000.000," ujarnya.
Meski jumlah pengunjung mulai bertambah, menurutnya tidak semua yang datang langsung berbelanja dalam jumlah banyak.
Sebagian besar pembeli hanya membeli satu stel seragam yang terdiri dari baju dan celana.
"Kadang yang datang ramai, yang beli cuma satu stel, celana dan baju," katanya.
Ia memperkirakan puncak penjualan seragam sekolah terjadi tiga hari sebelum anak-anak kembali masuk sekolah. Memasuki sore hari, jumlah pembeli juga mulai meningkat.
"Puncaknya tiga hari sebelum sekolah. Hari ini sore mulai ramai. Mudah-mudahan saja lebih ramai," tuturnya.
Senada, pedagang lainnya bernama Syafri juga mengaku penjualan mulai meningkat di bandingkan hari biasa dan awal mulai libur sekolah.
Pada awal libur sekolah, penjualan belum berdampak dan hanya satu atau dua orang masyarakat yang berbelanja ke tokonya.
Baca juga: Pengendalian Inflasi Jadi PR Padang Pariaman, Bank Indonesia Minta Penguatan Ketahanan Pangan
"Mulai ramai hari ini, meski belum signifikan. Jual beli juga meningkat," sebutnya.
Kata dia, penjualan seragam sekolah yang laris di tokonya hampir sama. Mulai dari merah-putih hingga pramuka.
Akan tetapi, kebanyakan masyarkat yang membeli untuk seragam anak SD, lantaran belum ada pakaian yang dikenakan..
"Kalau paling banyak anak SD, karena belum ada pakaian mereka. Untuk SMP dan SMA biasanya pakai seragam lama, kalau sudah tidak muat, baru dibeli lagi," tambahnya.(*)