Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Polemik tarif parkir progresif yang viral di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Gendengan, Solo, Jawa Tengah, mendapat perhatian Komisi III DPRD Kota Solo.
Menanggapi keluhan warga tersebut, anggota Komisi III DPRD Solo dari Fraksi PSI, Sonny, berharap seluruh pihak mematuhi regulasi parkir yang berlaku sembari menunggu hasil klarifikasi dari pihak terkait.
Sonny mengatakan Komisi III telah memantau persoalan tersebut dan berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo untuk mengetahui kronologi kejadian secara utuh.
Menurutnya, DPRD juga berupaya mempertemukan seluruh pihak yang terlibat agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
“Kita ingin tahu dan mungkin lebih enak bertemu langsung agar tahu kronologi sebenarnya bagaimana agar tidak terjadi lagi. Ini kita sedang bicarakan di Komisi III,” ungkap Sonny melalui sambungan telepon, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Viral Keluhan Tarif Parkir Progresif di Solo, Jukir Berharap RSGM Soelastri Segera Cari Jalan Keluar
Ia mengatakan informasi mengenai kendaraan dokter muda (koas) yang disebut sering parkir di lokasi tersebut juga masih perlu diklarifikasi.
“Kemarin juga sudah kami komunikasikan, kita harus lihat secara terbuka permasalahan itu. Kalau soal Coass itu kan harus dilihat juga benar atau tidaknya, bisa saja tidak semuanya seperti itu,” lanjutnya.
Sonny menegaskan, apabila mengacu pada regulasi terbaru, sistem tarif parkir di sepanjang Jalan Slamet Riyadi sudah menggunakan tarif flat, bukan tarif progresif.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak, termasuk juru parkir, tetap menjalankan aturan yang berlaku.
“Itu kan memang sekarang di Slamet Riyadi tidak ada progresif, sudah flat sekarang. Nah itu tukang parkirnya sambat tapi kita tetap harus ikuti regulasi yang berlaku,” kata dia.
Baca juga: Fakta Kasus Tarif Parkir Progresif Depan RSGM Soelastri Solo, Hanya Muat 6 Mobil, Parkir Berjam-jam
Ia berharap persoalan tersebut segera menemukan solusi sehingga tidak berlarut-larut.
“Kalau memang flat ya mau ganti hari juga tetap flat harusnya. Itu kan aturan regulasi yang terbaru,” tambah Sonny.
Terkait dugaan keterbatasan lahan parkir di rumah sakit, Sonny menilai persoalan tersebut juga perlu dikomunikasikan dengan seluruh pihak yang berkepentingan.
Ia berharap Dishub dapat memfasilitasi dialog antara warga, juru parkir, pengelola parkir, hingga pihak rumah sakit agar tercipta solusi yang tidak merugikan siapa pun.
“Saya harap Dishub bisa mengkomunikasikan dengan baik kepada para pihak yang berkaitan seperti warga yang melapor, jukir dan pengelola serta kalau memungkinkan ya pihak rumah sakit. Intinya terkait perparkiran kan tujuannya baik agar tertata rapi dan juga aman. Itu pun juga untuk Kota Solo dan jangan sampai masalah-masalah seperti ini kembali timbul dikemudian hari,” pungkasnya.