Kronologi Penggerebekan Bandar Sabu di Katingan Berujung Bentrokan, 1 Polisi Gugur dan 2 Hilang
Glery Lazuardi July 02, 2026 09:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Personel Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhi Perdana Putra, gugur saat menjalankan operasi penggerebekan terhadap terduga bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Kamis (2/7/2026) dini hari.

Selain itu, dua anggota kepolisian hingga kini masih dalam pencarian setelah insiden bentrokan yang terjadi saat operasi berlangsung.

Dalam peristiwa tersebut, seorang warga sipil berinisial TE (40), yang merupakan keluarga dari salah satu target operasi (TO), juga meninggal dunia usai diduga terkena tembakan saat bentrokan terjadi.

Baca juga: Polisi Gagalkan Peredaran 1 Kilogram Sabu di Pasar Baru Jakpus, Kurir Ditangkap

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi bermula setelah Satresnarkoba Polres Katingan menerima laporan masyarakat pada Rabu (1/7/2026) mengenai dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kasat Resnarkoba Polres Katingan memerintahkan anggotanya melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang pengedar sabu berinisial B yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika.

Pada pukul 21.00 WIB, tim Satresnarkoba berangkat menuju Desa Tumbang Kalemei dan tiba sekitar pukul 00.30 WIB pada Kamis (2/7/2026).

Sesampainya di lokasi, personel dibagi menjadi dua tim. Tim pertama yang terdiri dari sembilan personel dipimpin langsung Kasat Resnarkoba menuju rumah target operasi, sedangkan tim kedua yang beranggotakan tiga personel bersiaga di sekitar SMP Negeri setempat.

Saat tim pertama tiba di rumah target, petugas memperkenalkan diri serta menjelaskan maksud kedatangannya. Target berinisial B kemudian berhasil diamankan oleh Aipda Yudhi.

Namun situasi berubah mencekam ketika seorang pria keluar dari arah dapur membawa senjata tajam dan menyerang salah satu anggota, Briptu Dedi. Serangan itu berhasil digagalkan setelah pelaku ditangkap dengan bantuan Bripda Ferdy.

Tak lama kemudian, dua pria lainnya keluar dari dalam kamar sambil membawa senjata tajam dan mengayunkannya ke arah Kasat Resnarkoba Polres Katingan.

Petugas sempat melepaskan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan. Karena perlawanan terus berlangsung, aparat kembali melepaskan tembakan untuk melumpuhkan pelaku hingga salah seorang di antaranya tergeletak di depan pintu rumah.

Kondisi tersebut memicu kepanikan keluarga dan warga sekitar. Mereka keluar rumah sambil membawa senjata tajam dan senjata api rakitan, kemudian melakukan perlawanan terhadap petugas.

Menghadapi situasi yang semakin tidak terkendali, anggota Satresnarkoba berupaya menyelamatkan diri sembari meminta bantuan personel tambahan dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.

Tim pertama kemudian menyeberang dan berlindung di sebuah pulau kecil di tengah sungai. Namun, pihak keluarga dan sejumlah warga tetap melakukan pengejaran bahkan disebut menembakkan senjata api rakitan ke arah petugas.

Di tengah kepungan tersebut, dua anggota tim pertama menghubungi personel tim kedua agar segera meminta bantuan ke Polsek Katingan Tengah. Sementara itu, Kasat Resnarkoba menghubungi Kapolres Katingan untuk meminta pertolongan.

Tim kedua bergerak menuju Polsek Katingan Tengah menggunakan kendaraan roda empat. Dalam perjalanan, mereka sempat dikejar mobil berwarna silver dan kembali dihadang sejumlah orang yang membawa senjata api rakitan, balok kayu, serta senjata tajam.

Meski demikian, tim kedua berhasil lolos dan tiba di Polsek Katingan Tengah dengan selamat.

Sementara itu, kondisi tim pertama semakin terdesak. Mereka memutuskan melarikan diri dengan berenang menyeberangi sungai.

Saat berusaha menyelamatkan diri, Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhi Perdana Putra, dan Bripda Nopandri Ramadhana mengalami kelelahan sehingga kembali ke tepian sungai yang telah dipenuhi warga.

Di sisi lain, Bripka Jhon, Briptu Dedi, Briptu Kristian, Bripda Ferdy, dan Bripda Eko berhasil menyelamatkan diri dengan berenang dan bersembunyi di kawasan hutan.

Hingga proses evakuasi dilakukan, sebanyak sembilan anggota Satresnarkoba berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Sementara Aipda Yudhi ditemukan meninggal dunia di sebuah lanting.

Dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hingga kini masih belum diketahui keberadaannya dan masih dalam proses pencarian di sepanjang aliran sungai.

Selain menewaskan satu anggota kepolisian, bentrokan tersebut juga menyebabkan seorang warga sipil berinisial TE (40), yang merupakan keluarga target operasi, meninggal dunia setelah diduga terkena tembakan saat insiden berlangsung.

Di sisi lain, dua target operasi berinisial BI dan BU dilaporkan berhasil melarikan diri dengan memanfaatkan situasi bentrokan.

Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, membenarkan insiden yang menewaskan salah seorang anggotanya tersebut.

"Benar, saat ini fokus utama dan seluruh kekuatan personel gabungan dari Polres Katingan dikerahkan secara maksimal di lapangan untuk mencari dua anggota Satresnarkoba yang statusnya masih belum ditemukan," ujar Dodik.

Untuk mempercepat pencarian sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan, Polres Katingan telah meminta bantuan personel dari Polda Kalimantan Tengah.

"Kami juga sedang menunggu kedatangan bantuan personel tambahan (penebalan pasukan) dari Satbrimob Polda Kalimantan Tengah dan Ditreskrimum Polda Kalteng untuk mengamankan TKP, melakukan penyisiran, sekaligus memback up penuh pencarian anggota kami," katanya.

Dua Polisi Masih Dicari

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan bahwa fokus utama kepolisian saat ini adalah menemukan dan menyelamatkan dua personel Satresnarkoba Polres Katingan yang hingga kini masih dalam pencarian pascainsiden penggerebekan dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kelemei, Kecamatan Katingan Tengah.

Kapolda mengatakan Polda Kalimantan Tengah telah mengerahkan tim untuk membackup penanganan perkara sekaligus membantu proses pencarian dua anggota yang belum ditemukan.

"Saya sudah menurunkan tim dari Polda Kalimantan Tengah untuk membackup pengungkapan perkara yang terjadi di sana. Nanti kita lihat terlebih dahulu seperti apa perkembangan perkaranya," ujar Iwan, Kamis (2/7/2026) malam.

Meski proses pengungkapan kasus tetap berjalan, Kapolda menegaskan keselamatan dua anggotanya menjadi prioritas utama.

"Yang pasti, saat ini prioritas utama saya adalah menyelamatkan anggota saya yang masih dalam pencarian," tegasnya.

Ia menjelaskan, sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Dari jumlah itu, dua anggota hingga kini masih belum ditemukan.

"Kemarin ada 12 personel yang dikerahkan. Saat ini masih ada dua anggota yang masih dalam proses pencarian," katanya.

Kapolda juga meminta masyarakat dan media memberikan ruang kepada aparat agar dapat fokus melakukan pencarian serta mendukung proses penanganan di lapangan.

"Jadi saya minta kepada teman-teman, untuk sementara ini mohon berikan ruang dan informasi yang mendukung. Prioritas kami saat ini adalah menyelamatkan anggota saya terlebih dahulu," pungkasnya.

Respons Gubernur

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turut menyampaikan duka cita atas gugurnya anggota kepolisian tersebut. Ia juga berharap dua personel yang hingga kini masih dalam pencarian segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Agustiar mengaku prihatin atas insiden yang terjadi di Desa Tumbang Kelemei, Kecamatan Katingan Tengah.

"Kita turut prihatin yang terjadi di Kabupaten Katingan tadi malam. Satu gugur dan dua lainnya hilang," ujar Agustiar saat menyampaikan sambutan pada Syukuran Hari Bhayangkara Ke-80 di Polda Kalteng, Kamis (2/7/2026).

Ia mendoakan agar anggota kepolisian yang gugur mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

"Yang gugur semoga diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan bisa sabar dan tabah dalam menghadapinya," katanya.

Selain itu, Agustiar berharap proses pencarian terhadap dua personel yang belum ditemukan segera membuahkan hasil.

"Begitu juga yang belum ditemukan, semoga bisa ditemukan dalam keadaan selamat seperti sedia kala," tuturnya.

(TribunKalteng/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.