TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Satlantas Polres Tulungagung akan melakukan tilang manual selama seminggu ke depan, pada kendaraan roda 6 atau lebih yang nakal.
Sasaran utamanya adalah kendaraan angkutan barang yang masuk jalan antar desa, karena berat kendaraan tidak sesuai dengan kelas jalan.
Langkah tegas ini sudah diawali Rabu (1/7/2026) di simpang 4 Cabe Desa Bendo, Kecamatan Gondang.
Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Ivan Danara Oktavian, mengatakan banyak komplain dari warga karena angkutan barang banyak merusak jalan.
Baca juga: Mengintip Ruang Kelas SRT 50 Trenggalek Permanen, Kipas Angin hingga Bangku Sudah Tertata
"Banyak jalan yang longsor mengarah ke rumah warga. Saluran air juga ikut tertutup," jelasnya.
Pada tahap awal ada 26 truk angkutan barang yang terjaring razia dan ditilang.
Tindakan tegas akan terus dilakukan selama 1 minggu ke depan agar tidak ada lagi angkutan barang yang melanggar.
Langkah ini pilihan terakhir karena sebelumnya Polres Tulungagung bersama Dishub telah melakukan upaya sosialisasi.
"Sebenarnya kami tidak mau langkah penegakkan hukum. Namun kami juga dikomplain masyarakat jik tidak tegas," sambung Ivan.
Pada hari ke-2, Kamis (2/7/2026) ada 13 kendaraan angkutan barang yang ditilang.
Harapannya dengan sikap tegas selama 1 minggu bisa menekan pelanggaran.
Satlantas Polres Tulungagung akan melakukan evaluasi setelah 1 minggu pelaksanaan tilang manual.
"Jika setelah ini masih ada yang melanggar, kami lakukan tilang manual kembali," ucap Ivan.
Ivan berharap sopir angkutan barang roda 6 atau lebih mau tertib berlalulintas.
Mereka harus lewat jalan yang sesuai dengan tonase kendaraan.
Sebelumya Jembatan Gondang 1 dibongkar dan dibangun ulang.
Jembatan ini ada di jalan nasional Tulungagung-Trenggalek, sehingga laku lintas kedua kabupaten ini terhambat.
Baca juga: JPU Banding Kasus Korupsi SKTM RSUD dr Iskak Tulungagung, Pengacara Buat Kontra Memori Banding
Kendaraan roda 6 atau lebih dari Trenggalek dilewatkan simpang 3 Durenan Trenggalek, Kecamatan Bandung, lalu ke simpang 4 Tamanan Tulungagung.
Sebaliknya kendaraan dari Tulungagung lewat simpang 4 Tamanan ke Kecamatan Banding, tembus ke Durenan Trenggalek.
Namun karena menganggap memutar terlalu jauh, kendaraan angkutan barang banyak masuk jalur alternatif kawasan pedesaan.
Kondisi ini yang dikomplain warga, karena banyak jalan yang rusak.
(David Yohanes/TribunMataraman.com)