Kampanye Piala Dunia FIFA Portugal kini memasuki fase gugur dengan emosi yang mendalam, ketika skuad asuhan Roberto Martinez bersiap menghadapi Kroasia pada babak 32 besar, Kamis, di Toronto.
Selain mengejar tiket ke babak 16 besar, Portugal memiliki motivasi tambahan. Saat pertandingan dimulai di Kanada, waktu di Portugal sudah menunjukkan tanggal 3 Juli, tepat satu tahun sejak Diogo Jota dan adiknya, André Silva, meninggal dunia secara tragis akibat kecelakaan mobil di wilayah barat Spanyol.
Peringatan tersebut membangkitkan kembali kenangan akan kehilangan yang sempat mengguncang dunia sepak bola. Jota meninggal pada usia 28 tahun, sementara Silva berusia 25 tahun. Keduanya dikenal lewat karier mereka di sepak bola, namun orang-orang terdekat sering menyoroti pengaruh besar mereka di luar lapangan.
Silva bermain sebagai gelandang serang untuk klub divisi dua Portugal, Penafiel, dan telah meraih gelar sarjana manajemen bisnis pada tahun 2025. Sementara itu, Jota telah menegaskan dirinya sebagai salah satu penyerang utama Portugal dan baru saja merayakan gelar juara Liga Premier bersama Liverpool. Hanya 11 hari sebelum kecelakaan, ia menikahi kekasih masa kecilnya, Rute Cardoso. Ia juga meninggalkan tiga anak.
Jota merupakan bagian dari skuad Portugal yang menjuarai UEFA Nations League pada Juni 2025, dan ambisinya berikutnya adalah membantu tim nasional bersaing di Piala Dunia. Meski ia tak sempat mewujudkan impian tersebut, Martinez mengatakan bahwa kenangan akan dirinya terus menjadi sumber inspirasi bagi seluruh tim.
“Saya pikir kita harus menghormati Diogo Jota,” ujar Martinez setelah hasil imbang tanpa gol Portugal melawan Kolombia pada Sabtu lalu.
“Saya rasa ini saat yang tepat untuk menghargai bahwa semua yang kami mulai di tim ini dimulai bersamanya. Kami menjuarai Nations League bersamanya. Dia mungkin menjadi simbol dan cahaya dari motivasi terbesar yang kami miliki. Kami ingin memenangkan Piala Dunia untuknya.”
Perjalanan Portugal menuju fase gugur tidaklah mudah. Setelah membuka kampanye dengan kemenangan atas Uzbekistan, tim asuhan Roberto Martinez ditahan imbang tanpa gol oleh Republik Demokratik Kongo, dan kembali bermain 0-0 melawan Kolombia. Hasil tersebut cukup untuk membawa tim Cristiano Ronaldo lolos ke babak 32 besar, di mana mereka akan menghadapi tim asuhan Luka Modric, Kroasia, di Stadion Toronto.
Kemenangan akan menjaga harapan Portugal di Piala Dunia tetap hidup, namun juga membawa makna yang lebih dalam. Pada peringatan pertama wafatnya Jota, melangkah ke babak berikutnya akan menjadi simbol langkah lanjutan dalam mewujudkan impian sang mantan penyerang Liverpool yang belum sempat tercapai. Skuad ini bertekad untuk menghormati kenangannya di panggung terbesar sepak bola dunia.