Diserbu Pembeli, Pedagang Tas dan Sepatu di Pasar Raya Padang Tembus Omzet Rp8 Juta
Rezi Azwar July 02, 2026 10:03 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Penjualan tas dan sepatu sekolah di Pasar Raya Padang mengalami peningkatan menjelang masuknya tahun ajaran baru.

Pedagang mengaku penjualan naik menjelang masuk tahun ajaran baru hingga 70 persen, dibandingkan hari biasa.

Berdasarkan pantauan TribunPadang.com di lapangan sekitar pukul 16.02 WIB, pengunjung tampak datang bersama anggota keluarga untuk mencari tas dan sepatu di kedai milik Lina.

Pengunjung terlihat silih berganti. Pada beberapa momen, kedai dipadati pembeli, kemudian hanya tersisa satu atau dua pengunjung sebelum kembali ramai.

Baca juga: Pasar Raya Padang Diserbu Pembeli Jelang Ajaran Baru, Penjualan Seragam Sekolah Melejit 40 Persen

Pedagang tas dan sepatu, Lina, mengatakan peningkatan pembeli sudah mulai terasa sejak sepekan terakhir.

"Alhamdulillah ramai, peningkatan sekitar 70 persen dari hari biasa. Mulai ramai sudah seminggu ini," katanya, Kamis (2/7/2026).

Menurut Lina, tas dan sepatu sama-sama banyak diminati pembeli. Bahkan, tidak sedikit pelanggan yang membeli keduanya sekaligus dalam satu kali transaksi.

"Paling ramai sepatu dan tas, keduanya ramai. Sering membeli sepaket," ujarnya.

Baca juga: Tuntut Transparansi Anggaran Sekolah, Massa GMM-SM Minta Gubernur Copot Kadisdik Sumbar

Ia menjelaskan, harga satu tas yang dijual di kedainya berkisar Rp100.000 hingga Rp170.000.

Sementara harga sepatu sekolah berkisar dj harga Rp100.000 hingga Rp160.000 per pasang.

Untuk sepatu, merek Pro Att menjadi yang paling banyak dicari pembeli saat belanja di kedai Lina.

"Sepatu merek Pro Att paling laris di sini, warnanya hitam, cocok untuk anak sekolah," katanya.

Baca juga: Update Revitalisasi Pasar Raya Padang: Lapak Sementara Minim Fasilitas, tapi Penjualan Meningkat

Sejak sepekan terakhir, Lina mengaku telah menjual sekitar 60 buah tas dan 60 pasang sepatu.

Kedua barang ini laris secara bersamaan, sebab para pembeli sering mengambil sepaket untuk kebutuhan sekolah anaknya.

"Sekitar 60 pcs tas dan 60 sepatu laku sejak sepekan terakhir," ujarnya.

Peningkatan pembeli ini kata Lina, juga turut mendongkrak omzet penjualannya.

Pada hari biasa, omzet yang diperoleh sekitar Rp1.500.000 per minggu. Kini, omzet meningkat menjadi sekitar Rp7.000.000 hingga Rp8.000.000 per minggu.

"Omzet hari biasa Rp1,5 juta. Kalau kini alhamdulillah capai Rp7 juta sampai Rp8 juta," katanya.

Menurut Lina, penjualan sepatu biasanya tidak terlalu diminati pada hari-hari biasa karena kebutuhan tersebut umumnya hanya muncul saat menjelang masuk sekolah.

"Kalau sepatu hanya sekali setahun. Anak-anak banyak masuk sekolah," tuturnya.

Penjualan Seragam Sekolah Meningkat 40 Persen

PENJUALAN SERAGAM SEKOLAH- Penampakan masyarakat yang memadati kedai milik pedagang di bangunan Fase 2, Los 1, Pasar Raya Padang, Kamis (2/7/2026). Penjualan seragam sekolah mulai meningkat 40 persen jelang masuk sekolah.
PENJUALAN SERAGAM SEKOLAH- Penampakan masyarakat yang memadati kedai milik pedagang di bangunan Fase 2, Los 1, Pasar Raya Padang, Kamis (2/7/2026). Penjualan seragam sekolah mulai meningkat 40 persen jelang masuk sekolah. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Momentum libur sekolah tahun ini membawa berkah tersendiri bagi para pedagang di Pasar Raya Padang. Penjualan seragam sekolah di pusat pasar tradisional tersebut dilaporkan mengalami lonjakan drastis hingga mencapai 40 persen dibandingkan pada hari-hari biasa.

Pasar yang berlokasi Kelurahan Kampung Jao, Kota Padang, mulai ramai dikunjung masyarakat jelang dimulainya tahun ajaran baru.

Berdasarkan pantauan TribunPadang.com di lapangan sejak pukul 14.13 WIB, banyak masyarakat yang menyerbu toko seragam sekolah.

Masyarakat yang datang rata-rata membawa keluarga, termasuk anaknya yang ingin masuk sekolah.

Salah seorang pedagang seragam sekolah, Jumadi saat ditemui di bangunan Fase 2, Los 1 Pasar Raya Padang, mengatakan pembeli mulai berdatangan dalam dua hari terakhir.

Baca juga: Heboh Tambang di Kasang, Ombudsman Dalami Dugaan Maladministrasi dan Panggil OPD Terkait

Ia mengaku peningkatan penjualan di bandingkan hari biasa sudah menyentuh angka 40 persen.

"Sudah ada peningkatan, sekitar 40 persen dari hari biasa," kata Jumadi sembari memanggil masyarakat untuk datang melihat seragan sekolah du tokonya.

Menurutnya, seragam untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA sama-sama diminati pembeli.

Di tokonya tersedia berbagai pilihan seragam, merah-putih, pramuka dan fasilitas penunjang lainnya.

"Alhamdulillah, dalam sehari mulai terjual dari tiga, empat hingga lima stel. Masing-masing tingkatan sama larisnya," pungkaanya.

Jumadi mengatakan, peningkatan penjualan juga terlihat dari omzet harian yang diperoleh.

Ia mencatat, pada hari biasa, omzet penjualan hanya berkisar Rp1.000.000 hingga Rp1.500.000 per hari.

Sementara menjelang masuk sekolah, omzet meningkat mencapai sekitar Rp3.000.000 hingga Rp4.0000 per hari.

"Bedanya ada, hari biasa Rp1.000.000 sampai Rp1.500.000, sekarang omzet Rp3.000.000 sampai Rp4.000.000," ujarnya.

Meski jumlah pengunjung mulai bertambah, menurutnya tidak semua yang datang langsung berbelanja dalam jumlah banyak.

Sebagian besar pembeli hanya membeli satu stel seragam yang terdiri dari baju dan celana.

"Kadang yang datang ramai, yang beli cuma satu stel, celana dan baju," katanya.

Ia memperkirakan puncak penjualan seragam sekolah terjadi tiga hari sebelum anak-anak kembali masuk sekolah. Memasuki sore hari, jumlah pembeli juga mulai meningkat.

"Puncaknya tiga hari sebelum sekolah. Hari ini sore mulai ramai. Mudah-mudahan saja lebih ramai," tuturnya.

Senada, pedagang lainnya bernama Syafri juga mengaku penjualan mulai meningkat di bandingkan hari biasa dan awal mulai libur sekolah.

Pada awal libur sekolah, penjualan belum berdampak dan hanya satu atau dua orang masyarakat yang berbelanja ke tokonya.

Baca juga: Pengendalian Inflasi Jadi PR Padang Pariaman, Bank Indonesia Minta Penguatan Ketahanan Pangan

"Mulai ramai hari ini, meski belum signifikan. Jual beli juga meningkat," sebutnya.

Kata dia, penjualan seragam sekolah yang laris di tokonya hampir sama. Mulai dari merah-putih hingga pramuka.

Akan tetapi, kebanyakan masyarkat yang membeli untuk seragam anak SD, lantaran belum ada pakaian yang dikenakan..

"Kalau paling banyak anak SD, karena belum ada pakaian mereka. Untuk SMP dan SMA biasanya pakai seragam lama, kalau sudah tidak muat, baru dibeli lagi," tambahnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.