Dilaporkan Hilang Selama 2 Hari, Lansia Sumenep Malah Ditemukan Bernasib Tragis di Dalam Sumur
Januar July 02, 2026 10:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Seorang lansia di Sumenep bernasib tragis seusai dilaporkan hilang.

Warga Dusun Bindung II Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep digemparkan dengan penemuan sesosok jenazah di dalam sumur, Rabu (1/7/2026).

Korban diketahui bernama Sa'ena (65), seorang petani asal Dusun Darusa Barat, Desa Ellak Laok, Kecamatan Lenteng. 

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban dilaporkan hilang sejak Senin (29/6/2026).

Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto melalui Kapolsek Lenteng Iptu Widianto mengungkapkan, korban diketahui meninggalkan rumah sejak Senin pagi dan tidak kunjung kembali.

Keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian di sejumlah lokasi di sekitar desa. 

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Baca juga: Libatkan 30 Personel Tim Sar Gabungan, Pencarian Pemancing Tenggelam di Pantai Bama Belum Berhasil

Dua hari berselang, warga mulai mencurigai kondisi air di salah satu sumur milik warga di Dusun Bindung II yang mendadak berubah keruh.

Rasa penasaran mendorong warga memeriksa isi sumur menggunakan senter. Saat itulah terlihat sesosok tubuh mengapung di permukaan air.

"Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemerintah desa dan diteruskan melalui layanan darurat SilaPor 112," ungkap Iptu Widianto.

Mendapat laporan itu, Tim Basarnas Kabupaten Sumenep bersama personel Polsek Lenteng, Satreskrim Polres Sumenep, Unit Identifikasi, Samapta Polres Sumenep serta petugas Puskesmas Lenteng langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Proses evakuasi berlangsung dengan melibatkan sejumlah petugas hingga akhirnya jenazah berhasil diangkat dari dalam sumur.

Setelah dilakukan identifikasi, polisi memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan Sa'ena, warga yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya.

"Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," katanya.

Berdasarkan keterangan keluarga, mereka menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan pemeriksaan medis maupun autopsi.

"Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan yang menyatakan menerima kejadian itu sebagai kecelakaan dan takdir dari Tuhan Yang Maha Esa," sebutnya.

Meski demikian, kepolisian tetap melakukan serangkaian penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban.

Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, berkoordinasi dengan instansi terkait, serta mengumpulkan keterangan guna memastikan tidak terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Iptu Widianto mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Kami berharap dam mengimbau masyarakat segera melapor kepada kepolisian atau layanan darurat apabila menemukan kejadian yang membutuhkan penanganan cepat agar dapat segera ditindaklanjuti," terangnya.


Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.