TRIBUNMANADO.CO.ID- Tuhan Yesus selalu mengajarkan kita untuk mengasihi.
Mengasihi Tuhan dan sesama manusia.
Bahkan kita minta untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
Baca juga: Renungan Harian Kristen Pendeta John Sumilat, Sengketa Berawal dari Hati yang Dikuasai Hawa Nafsu
Berikut renungan harian Kristen berujudul Mengasihi Bukan Untuk Dilihat.
Bacaan Alkitab dalam Efesus 6:6-7
Tuhan Yesus menghendaki dan mengajarkan umat-Nya untuk mengasihi sesama, tanpa batas, tanpa pamrih, tanpa syarat dan tanpa maksud-maksud terselubung, sebagai agenda tersembunyi untuk pencitraan atau keinginan dan kepentingan pribadi maupun kelompok.
Baik untuk menguntungkan diri sendiri maupun orang lain atau kelompok kepentingannya.
Tapi kasih yang sungguh yang berasal dari hati nurani yang tulus dan murni, seperti kasih yang telah diteladankan oleh Tuhan Yesus, dan seperti kita melakukannya untuk Kristus.
Mengasihi dan menaati atau berbuat baik kepada sesama, termasuk kepada pimpinan, atasan atau tuan, jangan hanya di depannya untuk dilihat, tapi juga ketika tidak dilihat.
Bahkan ketika kita telah melakukan kasih dan kebaikan kepada sesama, namun tidak dianggap atau dibalas dengan fitnahan sekalipun, tetaplah kita melakukan kebaikan dan kasih.
Sebab apa yang kita lakukan, itu bukan untuk diketahui oleh sesama, tetapi dilihat oleh Tuhan.
Apa yang kita lakukan itu, bukan untuk manusia tapi untuk Tuhan.
Apa yang kita lakukan kepada sesama itu adalah wujud kasih dan ketaatan kita kepada Kristus.
Orang yang berbuat baik hanya di depan sesamanya, bukanlah Kristen sejati.
Sebab orang jahat juga melakukan itu.
Berbuat baik agar dipandang baik dan atau untuk mendapatkan pujian atau keuntungan tertentu baik secara materi, kedudukan, jabatan dan atau pencitraan dan kehormatan dari sesamanya.
Orang yang demikian tidak mendapatkan balasannya dari Allah, karena sudah menerima dari sesamanya itu.
Tetapi siapa yang mengasihi dan melakukan kebaikan maupun kewajiban serta tanggungjawabnya dengan tanpa berharap balas, dia akan menerima dari Allah lebih dari apa yang dia harapkan dan bayangkan.
Kristus itu maha Tahu dan maha adil.
Dia melihat segala sesuatu yang kita lakukan.
Dia dapat melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh manusia.
Karena itu Dia minta agar kita mengasihi sesama dengan hati yang tulus, tanpa basa basi dan tanpa berharap balas.
Juga bukan karena kita dikasihi, tetapi mengasihi walaupun kita ditolak, dibenci dan tidak dikasihi.
Justeru di situlah terletak kualitas nilai kasih.
Ingat, Kristus mengajarkan bahwa kita mengasihi manusia tanpa batas dan tanpa pilih kasih, serta rela berkorban untuk sesama.
Bahkan Kristus mengajarkan bahwa musuh sekalipun harus kita kasihi dengan segenap hati dan penuh ketulusan, tanpa kebencian ataupun dendam.
Itu harus dihapus dari hidup kita.
Artinya, musuh saja kita kasihi, apalagi tuan, hamba, dan saudara kita.
Lakukan kasih dan kebaikan itu, sebagaimana adanya kita sebagai hamba Kristus yang setia.
Lakukan itu dengan segenap hati dan sesuai kehendak Allah.
Rasul Paulus malah mengingatkan bahwa kita melakukan semuanya itu sebagai perwujudan kerelaan dan ketulusan hati kita melayani Tuhan, bukan kepada manusia, sekalipun kita melakukan itu kepada sesama.
Perbuatan seperti ini, menyenangkan hati Tuhan.
Kristus menghendaki kita kasih kepada sesama, walau tidak dilihat dan diketahui.
Kita harus mengasihi dan berbuat baik kepada semua orang, tidak berharap kembali, dan sekalipun kita dibenci dan tidak dianggap.
Kasih kita harus tulus dan murni.
Sebab Yesus bukan hanya mengajarkan tentang hal-hal itu, tapi sudah memberi contoh dan teladan, yakni melakukan itu dalam hidup-Nya selama berada di bumi.
Demikian firman Tuhan hari ini.
"Jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia." (ay 6-7)
Sahabat Kristus, sebagai anak Tuhan sekaligus umat yang sangat dikasihi-Nya, kita diajarkan meneladani apa yang sudah dilakukan Yesus.
Yakni mengasihi sesama tanpa batas, tanpa pamrih, tanpa pilih kasih dan rela berkorban.
Kita juga diajarkan mengasihi sekalipun kita dibenci.
Kasih kita, bukan hanya di depan sesama.
Bukan mengasihi karena dilihat, tapi justeru saat tidak terlihat dan tidak diketahui, kita tetap mengasihi, sebab Tuhan Yesus mengetahui, sekaligus melihat ketulusan hati kita mewujudkan kasih kepada sesama.
Maka agar kita terus dikasihi dan diberkati Kristus, kasihilah sesama dan berbuat baiklah kepada mereka sekalipun tidak mereka dilihat.
Lakukan dengan hati tulus dan ikhlas, tanpa mengharapkan apapun, karena Tuhanlah yang akan membalas semuanya itu dengan kasih karunia dan berkat melimpah ruah bagi kita dan keluarga. Amin