Jelang Pengucapan Minahasa Raya, Pemprov Sulut Fokus Stabilkan Harga Beras, Rica dan Bawang Merah
Alpen Martinus July 03, 2026 12:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberi perhatian pada tiga komoditas pangan menjelang Pengucapan Syukur Minahasa raya di Juli ini. 

Ketiga komoditas dimaksud ialah beras, cabai rawit alias rica dan bawang merah. 

Diketahui, ketiga komoditas ini menjadi pendorong utama inflasi Sulawesi Utara pada Bulan Juni 2026.

Baca juga: Harga Bahan Pokok di Pasar Bersehati Manado 1 Juli 2026: Cabai Merah Keriting hingga Rica Turun

Kepala Biro Perekonomian Sulawesi Utara, Reza Dotulung mengungkapkan, pihaknya mencermati pergerakan harga tiga komoditas tersebut. 

"Kita jelas mengantisipasinya sebab bobot kenaikan komoditas ini rata-rata 1,5 kali lipat dari angka inflasi nasional," kata Dotulung kepada Tribunmanado.co.id, Kamis 2 Juli 2026.

Ia menjelaskan, saat ini harga bawang merah dan cabai rawit mulai terkendali seiring kembalinya pasokan dari daerah sentra. 

Khusus beras, kata Reza, hal ini tak lepas dari berkurangnya pasokan dari sentra produksi. Di mana, terjadi kenaikan harga beras di tingkat petani. 

Meskipun demikian, Pemprov Sulut akan bersinergi dengan Bulog untuk memaksimalkan penyaluran Beras SPHP.

"Saat ini beras Bulog ada 16 ribu ton dan itu akan sangat membantu ketika disalurkan," jelasnya. 

Menghadapi musim Pengucapan Syukur, Reza memastikan Pemprov Sulawesi Utara mulai menggelar operasi pasar lewat Gerakan Pangan Murah (GPM) di daerah-daerah di Minahasa. 

"Di pasar murah ini, kita menjual beras SPHP maupun beras premium dengan harga miring. Begitu juga komoditas seperti bawang merah, cabai rawit, telur, minyak goreng dan lainnya," katanya. 

Diharapkan, dengan menggelar GPM secara bergantian di sejumlah lokasi, akan mengendalikan harga.

Selain itu memberikan kesempatan kepada masyarakat yang merayakan Pengucapan Syukur mendapatkan komoditas dengan harga terjangkau.

Pemicu Inflasi Bulan Juni Provinsi Sulawesi Utara mengalami inflasi 2,12 persen (Month to Month/MtM) pada Bulan Juni 2026.

Karena inflasi bulan yang cukup tinggi di Bulan Juni, inflasi tahun kalender Sulawesi Utara mencapai 4,48 persen. 

Angka ini sudah di atas target nasional 2,5 persen +/- 1 persen atau di tentang 1,5 - hingga 3,5 persen. 

Adapun inflasi tahunan pada Juni 2026 mencapai 3,83 persen yang juga di atas target nasional. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Dr Watekhi menjelaskan, inflasi Bulan Juni disebabkan karena tingginya inflasi Kelompok Pengeluaran Makanan, Minuman dan Tembakau yang mencapai 5,34 persen. 

Kelompok ini punya andil 1,77 persen pada inflasi Bulan Juni. 

Selain Makanan, Minuman dan Tembakau Kelompok lainnya yang mengalami inflasi tinggi adalah transportasi dan informasi sebesar 79 persen; Komunikasi dan Jasa Keuangan 0,96 persen. 

Adapun komoditas yang memberikan andil terbesar pada inflasi ialah cabai rawit atau rica. Selain itu, bawang merah, beras dan emas perhiasan

Sedangkan komoditas penahan inglasi adalah daging ayam ras, telur ayam ras dan tomat. 

Watekhi menjelaskan, harga rica di Bulan Juni mengalami kenaikan akibat kurangnya pasokan dari daerah sentra seperti Minahasa raya dan Gorontalo akibat gagal panen dan banjir. 

"Sedangkan kenaikan bawang merah naik akibat terbatasnya stok dan berkurangnya distribusi dari daerah sentra Bima, Sulawesi Selatan," kata Watekhi.(NDO) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.