Sandro Tonali ungkap gaya hidup, keluarga, dan Roberto De Zerbi sebagai alasan di balik kepindahannya ke Tottenham setelah mengonfirmasi hengkang dari Newcastle
Budi Santoso July 03, 2026 01:10 AM

Sandro Tonali hampir menyelesaikan kepindahan sensasionalnya ke Tottenham Hotspur, dengan gelandang asal Italia itu mengonfirmasi bahwa keputusannya meninggalkan Newcastle United didorong oleh pertimbangan gaya hidup dan keluarga. Mantan bintang AC Milan tersebut akan menjadi pemain Italia termahal dalam sejarah saat ia bersiap untuk bekerja sama dengan rekan senegaranya yang berpengaruh, Roberto De Zerbi, di London utara.

Sentuhan pribadi De Zerbi menjadi faktor penentu dalam kesepakatan ini.

Tottenham berhasil mencapai kesepakatan besar untuk merekrut Tonali dengan biaya £100 juta. Gelandang berusia 26 tahun itu mengakui bahwa keberadaan pelatih kepala asal Italia di Stadion Tottenham Hotspur menjadi faktor krusial dalam keputusannya meninggalkan Tyneside.

Berbicara kepada Sky Sport, Tonali menjelaskan proses negosiasi tersebut: “(Negosiasinya) agak panjang. Kami sudah memiliki semacam kesepakatan dengan Newcastle, kami berbicara setiap hari dan akhirnya tercapai. Mereka menginginkan yang terbaik dari saya, dan kami juga ingin kesepakatan terbaik untuk mereka. Kami berpisah dengan hubungan yang sangat baik, semua pihak bahagia, dan saya siap untuk petualangan baru ini.”

Saat ditanya mengapa memilih Tottenham, Tonali menjawab: “De Zerbi memainkan peran besar dalam keputusan ini, dan setelah tiga tahun di Newcastle, keputusan ini juga terkait gaya hidup dan keluarga. De Zerbi pantas mendapat banyak pujian, dia melakukannya bukan hanya sebagai sesama warga Brescia dan teman, tetapi juga sebagai pekerja keras yang sangat berdedikasi.”

Rekor baru untuk Spurs

Kesepakatan total untuk Tonali diperkirakan akan melampaui rekor klub sebelumnya sebesar £85 juta, yang ditetapkan melalui perekrutan Mateus Fernandes baru-baru ini. Hal ini menunjukkan ambisi besar klub di bawah kepemimpinan saat ini. Tonali, yang telah berangkat ke London bersama perwakilan dan istrinya, kini fokus untuk segera beradaptasi.

“Kami lakukan langkah demi langkah: pemeriksaan medis dan tanda tangan kontrak, lalu kami akan berangkat ke kamp latihan. Tim akan siap dalam sebulan karena Piala Dunia sudah di depan mata. Klub baru saja melewati musim yang sulit, tetapi kami akan berusaha memastikan semuanya berjalan baik,” tambah sang gelandang, menjelaskan rencananya untuk musim panas ini.

Impian kembali ke Azzurri

Meski bersemangat menghadapi tantangan di Liga Premier, Tonali tetap memiliki ikatan kuat dengan akar dan tim nasional Italia. Ia mengungkapkan keinginannya agar mantan direktur Milan, Paolo Maldini, dapat mengambil peran di tim Azzurri — langkah yang diyakini akan berpengaruh besar terhadap ambisi internasionalnya. “Tujuannya adalah kembali ke Piala Dunia. Rasanya menyakitkan gagal lolos tiga kali berturut-turut. Saya akan berbicara dengan Maldini; bekerja dengannya akan menjadi pengalaman luar biasa, bahkan di tim nasional, setelah semua yang telah ia lakukan di Milan. Dia adalah juara besar dan sosok yang luar biasa,” ujar Tonali.

Mesin lini tengah mulai terbentuk

Tonali meninggalkan Newcastle setelah berhasil membangun kembali reputasinya pasca skorsing berprofil tinggi, dan akhirnya menjadi pilar utama di lini tengah The Magpies bersama Bruno Guimaraes. Kedatangannya di London utara melengkapi reformasi besar di sektor tengah Spurs, memberikan De Zerbi kualitas teknis dan kecerdasan taktis yang dibutuhkan untuk sistem permainannya.

Dengan masalah hukum di masa lalu yang telah diselesaikan dan masa keemasannya masih di depan, perekrutan Tonali dianggap sebagai potongan terakhir dalam puzzle Tottenham yang bertekad kembali ke jajaran elit Eropa. Gelandang internasional Italia itu kini akan berusaha memadukan pengalamannya di Serie A dan Liga Premier untuk membuka babak baru yang sukses di ibu kota Inggris, dengan dukungan keluarganya serta bimbingan taktis dari De Zerbi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.