SPMB Rampung, Sekolah di Pinggiran Wilayah Kulon Progo Masih Kekurangan Murid Baru
Yoseph Hary W July 02, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kulon Progo telah selesai. SPMB SMP berakhir pada 30 Juni, sedangkan SPMB SD berakhir pada Rabu (01/07/2026) lalu.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Wahyudi mengatakan bahwa masih ada sejumlah sekolah yang kuota murid barunya belum terpenuhi. Terutama di wilayah pinggiran dan Pegunungan Menoreh.

"Ada ketimpangan tinggi antara sekolah di wilayah perkotaan yang kuotanya bisa terpenuhi, tapi yang pinggiran tidak," kata Nur ditemui di kantornya pada Kamis (02/07/2026).

Dua SMP Negeri kurang murid

Setidaknya ada 2 SMP yang tingkat keterisian murid barunya paling rendah, yaitu SMP Negeri 4 Pengasih dan SMP Negeri 3 Samigaluh. Keduanya sama-sama memiliki kuota 64 kursi namun baru terisi 5 murid baru.

Nur juga mengungkapkan kondisi serupa juga dialami sekolah jenjang SD. Namun ia belum bisa merinci mana saja SD yang mengalami kekurangan murid baru karena pelaksanaan SPMB jenjang itu baru selesai Rabu kemarin.

"Masih ada sekitar 25 SD yang belum mengirimkan data hasil SPMB," ujarnya.

Sejumlah faktor

Menurut Nur, jumlah lulusan jenjang sebelumnya juga berpengaruh pada jumlah murid baru. Apalagi saat ini, jumlah kursi murid baru yang disediakan lebih banyak dari jumlah lulusan.

Belum lagi dengan keputusan orang tua yang menentukan sekolah untuk anak. Sebab ada yang memilih sekolah di wilayah perkotaan, atau bahkan di luar Kulon Progo guna memastikan kualitas pendidikan terbaik bagi anak.

"Kami sendiri belum ada rencana untuk melakukan perpanjangan SPMB sejauh ini, namun disparitas antarwilayah ini perlu jadi perhatian bersama," kata Nur.

Kesenjangan soal keterisian murid baru

Sekretaris Disdikpora Kulon Progo, Nur Hadiyanto juga menyampaikan bahwa keterisian kuota murid baru jenjang SMP mengalami kesenjangan besar jika dilihat per kapanewon. Seperti untuk Wates, Temon, Panjatan, dam Galur terisi 100 persen untuk seluruh SMP negerinya.

Nanggulan bahkan melebihi kuota sebelum akhirnya ada 2 calon pelajar yang mengundurkan diri. Menyusul Sentolo yang kuotanya terisi 98,9 persen dan Lendah terisi 93,5 persen.

Sedangkan untuk wilayah Pegunungan Menoreh, hanya 2 kapanewon yang tingkat keterisiannya cukup baik, yaitu Kokap (83,5 persen) dan Kalibawang (84,9 persen), meski masih di bawah rata-rata tingkat kabupaten.

"Sedangkan untuk Girimulyo baru terisi 51,2 persen dan Samigaluh baru terisi 52,2 persen," papar Nur Hadi.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.