Dampak El Nino, BMKG Sumsel Peringatkan Ancaman Karhutla Akibat Minim Hujan di Awal Juli
tarso romli July 02, 2026 10:27 PM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatra Selatan meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peringatan ini dikeluarkan menyusul prediksi bahwa sebagian besar wilayah Sumatra Selatan akan mengalami penurunan curah hujan yang signifikan pada dasarian I Juli 2026 (periode 1–10 Juli 2026).

Penurunan curah hujan ke kategori rendah ini berpotensi memicu lonjakan kemunculan titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah rawan.

Fenomena iklim global saat ini dilaporkan masih berada di bawah bayang-bayang dampak El Nino.

Kepala BMKG Sumsel, Dr. Wandayantolis, menjelaskan bahwa berdasarkan Informasi Iklim Dasarian yang dirilis per 30 Juni 2026, peluang terjadinya curah hujan rendah (berkisar antara 0–50 mm) di sebagian besar wilayah Sumsel mencapai lebih dari 70 persen.

"Kondisi iklim global saat ini masih dipengaruhi oleh fenomena El Nino. Penurunan curah hujan di sebagian besar wilayah Sumsel ini tentu berpotensi meningkatkan jumlah hotspot. Kendati demikian, potensi cuaca ekstrem yang tiba-tiba masih dapat terjadi di sebagian wilayah," kata Wandayantolis, Kamis (2/7/2026).

Masyarakat mengimbau agar terus memantau pembaruan informasi cuaca dan iklim dari kanal resmi BMKG.

Baca juga: Jelang Puncak Kemarau, Tujuh Daerah di Sumsel Tetapkan Status Siaga Karhutla

Langkah antisipasi dini dinilai sangat penting untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi, baik berupa angin kencang, kekeringan, maupun karhutla.

Meski wilayah tengah dan timur Sumsel mulai memasuki periode kering, kondisi berbeda diprakirakan terjadi di wilayah bagian barat.

Sebagian daerah seperti Musi Banyuasin, Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Lubuklinggau, Empat Lawang, Lahat, Pagar Alam, Muara Enim, OKU, dan OKU Selatan diprediksi masih mengalami sifat hujan normal hingga cenderung lebih basah.

Berikut adalah rincian peta potensi curah hujan di Sumatra Selatan pada dasarian I Juli 2026:

Curah Hujan Rendah (0–50 mm): Berpeluang besar terjadi di sebagian besar wilayah Sumsel dengan tingkat probabilitas di atas 70 persen.

Curah Hujan Menengah (51–100 mm) Tinggi: Berpeluang terjadi di wilayah Musi Rawas Utara bagian barat, Musi Rawas, dan Lubuklinggau dengan probabilitas di atas 60 persen.

Curah Hujan Menengah (51–100 mm) Rendah: Berpeluang terjadi di sebagian wilayah Musi Banyuasin, Empat Lawang, Muara Enim, OKU, OKU Selatan, seluruh wilayah Lahat, Pagar Alam, serta sebagian kecil PALI dan OKU Timur dengan peluang hingga 30 persen.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.