PRPP Jateng akan Disulap Jadi Sport Center Terbesar, Terkoneksi Dengan POJ City
rival al manaf July 02, 2026 11:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  PT Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan atau PRPP Jawa Tengah akan disulap menjadi sport center terbesar di Jateng.

Upaya itu dilakukan karena hingga saat ini PRPP yang seharusnya menjadi tempat rekreasi populer itu justru selalu merugi.

Sport Center yang dirancang nantinya juga akan terkoneksi dengan Pearl of Java atau POJ City yang kini kian ramai dengan 23 Shoping Center dan Awann Costa.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Baca juga: Hotel Hyatt Place Dibangun di POJ City Kota Semarang, Luasnya 6000 Meter Persegi

Baca juga: Pantas Pakuwon Mall Semarang Berani Bangun di Tanah Bergerak, Ternyata Pakai Dinding Penahan 7 Lapis

BUMD MERUGI - GubernurJateng Ahmad Luthfi mengungkap sedang melakukan langkah
BUMD MERUGI - GubernurJateng Ahmad Luthfi mengungkap sedang melakukan langkah "menyehatkan" PRPP yang terus merugi jauh sebelum dirinya jadi Guberbur Jateng, di Gedung DPRD Jateng, Kota Semarang, Kamis (2/7/2026). (TRIBUN JATENG/iwan Arifianto)

Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) milik Pemprov Jateng itu selalu merugi sejak tahun 2024, sebelum Luthfi menduduki jabatan sebagai Gubernur Jateng.

Sebagai langkah perbaikan, Luthfi kini menawarkan lahan PT PRPP seluas 20 hektare ke investor untuk disulap menjadi sport center yang terkoneksi dengan Pearl of Java City (POJ) Semarang.

"PRPP merugi sejak 2024, untuk itu kami carikan investor untuk bangun Jawa Tengah Sport Center di tanah seluas 20 hektare di PRPP agar PRPP tidak merugi terus," ujar Luthfi selepas rapat paripurna di Gedung DPRD Jateng, Kota Semarang, Kamis (2/7/2026).

Ia mengungkap, upaya itu bagian langkah untuk "menyehatkan" PRPP yang selalu merugi. 

Saat disinggung nilai kerugian dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jateng itu, Lutfhi enggan mendetailkan.

"(Ruginya berapa?) Nanti biar diaudit," katanya.

Sebagai BUMD, lanjut Luthfi, PRPP seharusnya memberikan keuntungan bagi daerah. 

Ia sendiri sebenarnya lebih condong ingin menutup BUMD yang terus merugi dengan membuat inovasi perusahaan baru yang lebih menguntungkan. Namun, langkah itu terganjal ribetnya regulasi. 

"BUMD merugi ngapain kami pelihara, misalnya PRPP merugi terus, tutup aja bikin perusahaan lain cuma kendalanya peraturan susah," ungkapnya.

Ia mengungkap, evaluasi kinerja BUMD menjadi salah satu prioritas program kerjanya.

Kinerja tersebut dilakukan dengan melakukan monitoring dan evaluasi aspek keuangan setiap tiga bulan sekali.

"BUMD menjadi salah satu aspek yang menyehatkan pemasukan Pemprov Jateng," ujar mantan Kapolda Jateng ini.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Jateng, Iwanuddin Iskandar mengatakan, Pemprov Jateng memiliki sejumlah BUMD tetapi yang masih merugi adalah PRPP.

Faktor penyebab kerugian berulang itu karena target bisnisnya tidak signifikan dengan Kondisi sekarang.

Unit Bisnis PT. PRPP sendiri ada tujuh meliputi Grand Maerakaca, KSO Digital MICE venue International, Manufacture Supplier, PCO/PEP atau penyelenggara pameran, Destination Management, Digital Tourism Platform, LPK JTTC (Jateng Tourism Training Center).

"PRPP bisnisnya MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), dan gedung pertemuan, sedangkan bisnis itu di Jateng sudah cukup banyak," katanya.

Faktor lainnya, kata dia, berkaitan dengan lokasinya PRPP yang berada di bawah jalan flyover Madukoro dan Bandara Ahmad Yani.

Selain lokasi, faktor lainnya adalah angka kerugian kumulatif yang berdampak pada pembayaran pajak yang belum selesai.

"(Penambalan kerugian dengan memberikan modal?) kami Tidak memberikan modal ke perusahaan yang merugi," terangnya.

Iwan menambahkan, kerugian PRPP sedang dalam proses audit. Pihaknya kini juga sedang melakukan kajian untuk memberikan rekomendasi pengelola sebagai langkah menyehatkan BUMD tersebut. 
"Sementara baru kepada satu BUMD yang merugi, PRPP saja," tandasnya. (Iwan Arifianto)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.