JANGAN LEWATKAN SATU MOMEN PUN DARI PIALA DUNIA
Thomas Tuchel menyerukan kepada para orang tua di seluruh negeri agar mengizinkan anak-anak mereka begadang demi menyaksikan laga babak 16 besar Piala Dunia antara Inggris melawan Meksiko yang digelar pukul 1 dini hari. Pelatih kepala The Three Lions itu yakin dukungan dari generasi muda akan sangat penting ketika timnya bersiap menghadapi atmosfer panas di Stadion Azteca.
Tuchel menyerukan dukungan nasional
Tuchel tidak ingin mengambil risiko apa pun menjelang laga besar babak 16 besar melawan tuan rumah bersama, Meksiko. Dengan jadwal kick-off pukul 1 pagi waktu Inggris pada Senin dini hari, pelatih asal Jerman itu secara bercanda menyarankan agar para orang tua menomorsatukan dukungan untuk tim nasional dibanding rutinitas malam sekolah seperti biasanya.
"Tulislah surat izin untuk sekolah dan biarkan mereka menonton sepak bola," ujar pelatih kepala Inggris itu usai pertandingan. "Mereka masih punya banyak waktu untuk sekolah, tetapi Piala Dunia hanya datang setiap empat tahun sekali. Biarkan mereka menonton, akan ada laga besar dalam empat hari, dan kami membutuhkan dukungan dari semua orang, terutama anak-anak."
Kane jadi pahlawan dalam kebangkitan bersejarah
The Three Lions memastikan tempat di babak selanjutnya berkat naluri tajam Harry Kane. Setelah Brian Cipenga membawa Republik Demokratik Kongo unggul mengejutkan dalam tujuh menit pertama, sang kapten mencetak dua gol di 15 menit terakhir untuk mengamankan kemenangan 2-1. Kebangkitan ini menjadi momen bersejarah, karena hanya untuk kedua kalinya dalam sejarah Inggris mampu memenangkan pertandingan Piala Dunia FIFA setelah kebobolan terlebih dahulu — terakhir kali terjadi pada final 1966.
Kane, yang kini telah mencetak 13 gol di ajang Piala Dunia, berbicara tentang kekuatan mental yang dibutuhkan dalam laga sistem gugur. "Kami berbicara tentang momen kepahlawanan. Itu bisa datang dari siapa saja di tim — entah saya, penyelamatan, atau blok dari pemain bertahan, siapa pun bisa jadi pahlawan. Hari ini, itu menjadi momen saya," ujar penyerang Bayern tersebut. "Kamu harus tetap sabar dalam pertandingan seperti ini. Beberapa laga terakhir serupa, dan jelas ketika memasuki fase gugur, tekanannya lebih besar, risikonya juga lebih tinggi."
Ketinggian Azteca jadi ancaman utama
Hadiah atas ketangguhan Inggris adalah perjalanan ke Kota Meksiko dan laga di stadion legendaris Estadio Azteca. Terletak di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, stadion ini memberikan tantangan fisik unik yang diakui Tuchel sulit dipersiapkan dalam waktu singkat. Sang pelatih menegaskan bahwa ketinggian akan menjadi kerugian besar bagi timnya karena mustahil untuk beradaptasi secara fisik hanya dalam empat hari.
"Ini mungkin salah satu pertandingan paling indah dan menarik yang bisa kamu alami — menghadapi Meksiko di Azteca — dan akan ada banyak rintangan menunggu kami," kata Tuchel. "Belum lagi faktor ketinggian yang tentu akan menjadi kerugian besar karena kami tidak dapat beradaptasi secara fisik, dan dalam empat hari itu mustahil. Akan ada lebih banyak rintangan, tapi kami siap menghadapinya. Mungkin sekarang kami memiliki platform ideal untuk benar-benar percaya bahwa kami siap. Ketika situasi menjadi sulit, kami akan menemukan jawabannya."
Ketajaman menjadi pembeda
Wakil kapten Inggris, Declan Rice, cepat memuji sang kapten setelah kemenangan tipis di Atlanta. Meskipun penampilan tim secara keseluruhan kadang tampak tidak padu, memiliki penyelesai sekelas dunia seperti Kane menjadi jaminan yang tidak dimiliki banyak negara lain. Rice menyoroti rekor luar biasa sang penyerang musim ini, dengan mencatat bahwa pemain Bayern München itu telah mencetak 72 gol untuk klub dan tim nasional sepanjang musim. "Jika kamu memberinya satu peluang, itu pasti gol," ujar gelandang Arsenal tersebut. "Itu benar-benar luar biasa, jadi semua pujian untuknya."
Inggris akan membutuhkan ketajaman mematikan itu saat menghadapi Meksiko, tim yang belum kebobolan satu gol pun di turnamen ini. Dengan dukungan penuh dari publik Azteca, tuan rumah bersama itu akan menjadi ujian sesungguhnya bagi taktik Tuchel dan ambisi Inggris untuk meraih trofi.